Respon dan Koping Perempuan yang Mengalami Infertilitas yang Dipengaruhi oleh Faktor Sosial Budaya Jawa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah: Studi Grounded Theory

Atun Raodotul Ma'rifah

Abstract


Latar betakang - Infertilitas merupakan masalah yang cukup komplek dan dapat dipengaruhi banyak variabel, salah satunya adalah faktor sosial budaya.

Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep mengenai respon dan koping perempuan yang mengalami masalah infertilitas yang dipengaruhi oleh faktor sosial budaya Jawa.

Metode - Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan Grounded Theory. Sepuluh partisipan dalam penelitian ini didapatkan dengan cara theoritical sampling. Proses analisa data menggunakan tematik analisis.

Hasil - Penelitian ini memberikan gambaran tentang perempuan yang mengalami infertilitas yaitu malu, stres, sedih dan menerima. adapun koping adaptif perempuan yang mengalami infertilitas yaitu peningkatan spiritual, belajar dari teman yang mempunyai pengalaman yang sama, mengembangkan kemampuan diri, tetap melakukan pengobatan, pasrah dan adopsl anak. sementara koping maladaptif yaitu tidak perduli terhadap keadaan, tidak melakukan pengobatan dan menarik diri.

Diskusi - Faktor sosial budaya yang mempengaruhi adalah nilai dan kepercayaan masyarakat Banyumas tentang infertil serta adanya budaya nrimo ingpandum dan konco wingking.

Rekomendasi - Perlu dilakukan penelitian serupa dengan sampel yang lebih besar dan karateristik partisipan yang heterogen serta penelitian infertilitas yang dipengaruhi oleh budaya dari suku yang berbeda.

Kata Kunci - Koping, Infertilitas, Respon, Sosial Budaya Jawa


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.