Dermatoglifi Pada Autisme Dan Sindrom Down di Palembang

Altiara Risky Suciandari(1*), Trisnawati Mundijo(2), Mitayani Purwoko(3)


(1) FK UMPalembang, Palembang
(2) FK UMPalembang, Palembang
(3) FK UMPalembang, Palembang
(*) Corresponding Author

Abstract


Dermatoglifi adalah ilmu yang mempelajari pola sidik jari, jumlah sulur dan jumlah triradius yang perkembangannya diatur oleh genetik. Kelainan kromosom dapat mempengaruhi fenotip dermatoglifi diantaranya adalah Autisme dan Sindrom Down. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sidik jari pada penderita Autisme dan Sindrom Down. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan sampel penelitian berjumlah 76 penderita yaitu 46 penderita Autisme dan 30 penderita Sindrom Down yang diambil secara total sampling di YPAC, YBAM dan Klinik Autis Anakku Palembang. Dari hasil penelitian pola loop merupakan pola sidik jari terbanyak pada Autisme (57,2%) dan pada Sindrom Down (80,7%). Sedangkan pola arch merupakan pola sidik jari yang paling sedikit yaitu Autisme (3,7%) dan Sindrom Down (5,3%). Hasil penelitian disimpulkan penderita Autisme dan Sindrom Down di Palembang sebagian besar memiliki pola sidik jari loop.  


Keywords


Autisme; Sindrom Down; pola sidik jari; sudut ATD

Full Text:

PDF

References


Langman, J. 2014. Embriologi Kedokteran. Jakarta : EGC. Hal. 97.http://jurnal.unimus.ac.id

Pinto et al. 2014. Convergence of Genes and Cellular Pathways Dysregulated in Autism Spectrum Disorders. The American Journal of Human Genetics 94, 1–18. http://dx.doi.org/10.1016/j.ajhg.2014.03.018. Diakses 13 Juli 2017

Canick et al. 2012. DNA Sequencing of Maternal Plasma to Identify Down Syndrome and other Trisomies in Multiple Gestations. Prenatal Diagnosis 32, 1–5. Genetics in medicine.http://doi.org/10.1002/pd.3892. Diakses 13 Juli 2017

Kazemi et.al. 2017. Comparative Dermatoglyphic Study between Autistic Patients and Normal People in Iran. Iran Journal Med Sci July Vol 42 No 4.https://www.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 11 Juli 2017

Kaplan dan Sadock. 2011. Buku Ajar Ilmu Psikiatri Klinis. Ed-2. EGC. Jakarta, Indonesia. Hal. 291.

Judarwanto, W. 2012. Down Syndrome: Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaannya. Clinic for Children Information Education Network. http://goo.gl/fW AKS. Diakses 17 Januari 2018

Meadow dan Newell. 2005. Pediatrika: Abnormalitas Klinik Karena Kromosom (Edisi ketujuh). Jakarta: Penerbit Erlangga. Hal. 53.

Loveday O.E dan Sunday O.R. 2015. An Improvise Easy Digital Method for Palmar and Plantar Dermatoglyphics. Bioscience and Bioengineering Vol. 1, No. 3, 85-89.http://files.aiscience.org. Diakses 15 Juli 2017

Gabriel, S.O. 2013. Dermatoglyphic Patterns of Autistic Children in Nigeria. Journal of Biology, Agriculture and Healthcare. ISSN 2224-3208 (Paper) ISSN 2225-093X (Online) Vol.3, No.7. https://www.researchgate.net. Diakses 11 Juli 2017

Rosida, L. dan Panghiyangani, R. 2006. Gambaran Dermatoglifi Pada Penderita Sindrom Down di Banjarmasin dan Martapura Kalimantan Selatan. Jurnal Anatomi Indonesia. Volume 01: 71-78. https://journal.ugm.ac.id. Diakses 16 Mei 2017

Irawan R.B, Rujito L, Ferine M dan Hidayat Z.S. 2010. Perbedaan Pola Sidik Jari Anak-Anak Sindrom Down dan Anak-Anak Normal di Purwokerto. Sains Medika Vol.2, No. 2, http://sainsmedika.fkunissula.ac.id. Diakses 16 Mei 2017

Bhat, G.M., Mukhdoomi, M.A., Shah, B.A.,& Ittoo, M.S. 2014. Dermatoglyphics: in health and disease (review). International Journal of Research in Medical Sciences, 2(1), 31-37. Available at http://doi.org/10.5455/2320-6012.ijrms20140207. Diakses 15 Januari 2018

De Bruin E.I, Graham J.H, Louwerse A dan Huizink A.C. 2012. Mild Dermatoglyphic Deviations in Adolescents with Autism Spectrum Disorders and Average Intellectual Abilities as Compared to Typically Developing Boys. Autism Research and Treatment.http://dx.doi.org/10.1155/2014/968134. Diakses 11 Juli 2017

Stosjelvic dan Adamovic. 2013. Dermatoglyphic Characteristics of Digito-Palmar Complex in Autistic Boys in Serbia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 17 Januari 2018

Mohd, B. 2014. Dermatoglyphics: in Health and Disease - a Review. International Journal of Research in Medical Sciences. pISSN 2320-6071 | eISSN 2320-6012.http://dx.doi.org/10.5455/2320-6012.ijrms20140207. Diakses 16 Agustus 2017

Liao et.al. 2013. Chromosomal Abnormalities in Patients With Autism Spectrum Disorders From Taiwan. American Journal of American Genetics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24132905. Diakses 14 Januari 2018

Holder, Jr. 2002. U.S. Department of Justice Office of Justice Programs. Hal. 20.

Temaj et.al. 2011. Comparative Analysis of Qualitative Dermatoglyphic Traits of Albanian and Turkish Populations Living in the Area of Dukagjin Valley in Kosovo. Institute for Anthropological Research, Gajeva 32, 10000 Zagreb, Croatia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 16 Agustus 2017

Ainur A, Hastuti J dan Nugraha Z.S. 2009. Pola Sidik Jari Anak-Anak Sindrom Down di http://jurnal.unimus.ac.id

Dermatoglifi pada Autisme dan Sindrom Down di Palembang35 Vol. 1 No.5 Agustus 2018SLB Bakhti Kencana dan Anak-Anak Normal di SD Budi Mulia Dua Yogyakarta. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia.http://www.jurnal.uii.ac.id. Diakses 16 Mei 2017

Elsevier. 2015. Common Genetic Variants Influence Whorls in Fingerprint Patterns. Journal of Investigative Dermatology (2016) 136, 859e862; doi:10.1016/j.jid.2015.10.062. Diakses 17 Januari 2018


Article Metrics

Abstract view : 1785 times
PDF - 647 times

DOI: https://doi.org/10.26714/magnamed.1.5.2018.30-35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by

 

      

 

Creative Commons License

MAGNA MEDIKA by APKKM is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.