Perbedaan Rerata Nilai FEV1, FVC, dan FEVR pada Laki-Laki Antara Pekerja Kantoran dan Pekerja Yang Terpapar Polusi

Sri Wahyu Basuki(1*), Annisa Nurul Lathifah(2), Ummi Azizah(3), Manggala Manggala(4)


(1) FK UMSurakarta, Surakarta
(2) FK UMSurakarta, Surakarta
(3) FK UMSurakarta, Surakarta
(4) FK UMSurakarta, Surakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Polusi udara merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di perkotaan. Paparan polusi terus menerus dapat menurunkan fungsi paru khususnya pada nilai FEV1, FVC, dan FEVR. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan rerata nilai FEV1, FEVR, dan FVC pada laki-laki antara pekerja kantoran dan pekerja yang terpapar polusi. Penelitian ini menggunakan design penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Satlantas Kota Surakarta, Kantor BAA dan BAU UMS dan Laboratorium Fisiologi Fakultas Kedokteran UMS. Sampel penelitian yang digunakan adalah laki-laki pekerja kantoran dan pekerja yang terpapar polusi yaitu Supeltas. Besar sampel masing-masing kelompok adalah 30 orang . Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Perbedaan rerata nilai FEV1, FVC, dan FEVR pada laki-laki antara pekerja kantoran dan pekerja yang terpapar polusi dianalisis dengan uji t tidak berpasangan dan MannWhitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai FEV1 pada pekerja kantoran lebih tinggi daripada pekerja yang terpapar polusi, dengan nilai significancy 0.000. Rerata nilai FVC pada pekerja kantoran lebih tinggi daripada pekerja yang terpapar polusi, dengan nilai significancy 0.000. Rerata nilai FEVR pada pekerja kantoran lebih tinggi daripada pekerja yang terpapar polusi, dengan nilai significancy 0.004. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata nilai FEV1, FVC, dan FEVR yang bermakna pada laki-laki antara pekerja kantoran dan pekerja yang terpapar polusi (p<0.05).



Keywords


FEV1; FVC; FEVR; Polusi Udara

Full Text:

PDF

References


Astell-Burt T., Maynard M.J., Lenguerrand E., Whitrow M.J., Molaodi O.R., Harding S., 2013. Effect of Air Pollution and Racism on Ethnic Differences in Respiratory Health among Adolescents Living in an Urban Environment. Journal of Health and Place. 100:171-178. http://dx.doi.org. Diakses tanggal 13 Maret 2013

Ozkaya S., Dirican, A., Karanfil, R.C., Bayrak, M.G., Bostanc, O., Ece, F., 2014. The Relationship Between Early Reversibility Test and Maximal Inspiratory Pressure in Patients with Airway Obstruction. International of COPD. 9: 453-6

Wan E., Castaldi, P.J., Cho, M.H., Hokanson, J.E., Regan, E.A., Make, B.J., Beaty, T.H., Han, M.K., Curtis, J.L., Curran-Everett, D., Lynch, D.A., DeMeo, D.L., Crapo, J.D., and Silverman, E.K. 2014. Epidemiology, Genetics, and Subtyping of Preserved Ratio Impaired Spirometry (PRISm) in COPDGene. BioMed Central. 15:89-3

Schikowski T., Sugiri D., Reimann V., Pesch B., Ranft U., Kramer U., 2008. Contributing of Smoking and Air Pollution Exposure in Urban Areas to Social Differences in Respiratory Health. Journal of BioMed CentralHealth. 121(9):1034-1039.http://www.biomedcentral.com/1471-2458/8/170. Diakses tanggal 24 Mei 2014

Sherwood L.L., 2011. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC. pp.496-520

Linares B., Guizar J.M., Amador N., Garcia A., Miranda V., Perez J.R., Chapella R., 2010. Impact of Air Pollution on Pulmonary Function and Respiratory Symptom in Children. Longitudinal Repeated-Measure Study. Journal of BMC Pulmonary Centra. 62(10):1-9. http://www.biomedcentral.com. Diakses tanggal 24 Mei 2014

Wheeler.B., andBen-Shlomo Y., 2005. Enviromental Equity, Air Quality, Socioeconomic status, and respiratory health: A Linkage Analysis of Routine Data from The Health Survey for England. Journal Epidemial Community Health. 59:948-954. www.jech.com. Diakses pada 24 Mei 2014

Vossoughi, M., Schikowski, T., Vierkötter, A., Sugiri, D., Hoffmann, B., Teichert, T., Herder, C., Schulte, T., Luckhaus, C., Raulf-Heimsoth, M., Casjens, S., Brüning, T., and Krämer, U. 2014. Air Pollution and Subclinical Airway Inflammation in the SALIA Cohort Study. BioMed Central. 11:5-1

Ingle S.T., Pachpande B.G., Wagh N.D., Patel V.S., Attarde S.B.,2005. Eksposure to Vehicular Pollution and Respiratory Impairment of Traffic Policemen in Jalgaon City, India. Journal of School of Enviromental and Earth Science. 43:656-662.Diakses tanggal 24 Mei 2014

Shadab, M., Agrawal, D.K., Aslam, M., Islam N., Ahmad, Z.,2014. Occupational Health Hazards among Sewage Workers: Oxidative Stress and Deranged Lung Functions. Jcdr. 8(4):12.

Rachmawati., Masykuri., Sunarto. 2013. Pengaruh Emisi Udara pada Sentra Masyarakat di Desa Karas Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmu Lingkungan. 11: 17

Dahlan, M.S., 2011. Statistic Untuk Kedokteran dan Kesehata. Jakarta: Salemba Medika.

Dahlan,M.S.2010. Statistic Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Fahimi M., Dharma B., Fetarayani D., Baskoro A., Soegiarto G., Effendi C., 2012. Perbedaan Rerata Nilai Fev1, Fvc, Dan Fevr Pada Laki-Laki Antara Pekerja Kantoran Dan Pekerja Yang Terpapar Polusi64Vol.6No.1Februari2019Asosiasi Antara Polusi Udara Dengan IgE Total Serum dan Tes Faal Paru Pada Polisi Lalu Lintas.Jurnal Penyakit Dalam. 13(1):1-9

Granslo J., Bratveit M., Hollund B. E., Irgens A., Svanes C., Magerov N., Moen B.E., 2012. Airway Symptoms and Lung Function in the Focal Population After The Oil Tank Explotision in Gulen, Norway. Journal BMC Pulmonary Medicine.12(76)

Schikowski T., Schaffner E., Meier F., Phuleria H.C., Vierkotter A., Schindler C., Kriemler S., Zemp E., Kramer U., Bridevaux P.O., Rochat T., Schwartz J., Kunzli N., Probst-Hensch N., 2013. Improved Air Quality and Attenuated Lung Function Decline: Modification by Obesity in the SALPADIA Cohort. Journal of Enviromental Health Perspectif. 121(9):1034-1039. http://dx.doi.org/10.1289/ehp.1206145. Diakses tanggal 5 Oktober 2014

D’Amato G., Cecchi L., D’Amato M., Liccardi G., 2010. Urban Air Pollution and Climate Change as Enviromental Risk Factor of Respiratory Allergy: An Update. Journal Investig Allergol Clin Immunol.20(2):95-102

Guyton A.C. and Hall J.E., 2007. Buku Ajar Fisisologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta: EGC. pp. 495-553


Article Metrics

Abstract view : 324 times
PDF - 113 times

DOI: https://doi.org/10.26714/magnamed.6.1.2019.57-64

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by

 

      

 

Creative Commons License

MAGNA MEDIKA by APKKM is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.