Differences in the Behavior of Dental Caries Prevention: Puzzles and Story Telling as a Media for Health Education

Gita Retno Damayanti(1), A Aziz Alimul Hidayat(2*), Gita Marini(3), Nanik Setijowati(4)


(1) FIK UMSurabaya, Surabaya
(2) FIK UMSurabaya, Surabaya
(3) FIK UMSurabaya, Surabaya
(4) FK Universitas Brawijaya, Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: Dental caries is a preventable disease. This prevention covers all aspects of dentistry carried out by dentists, individuals, and society that affect the health of the oral cavity. Prevention services are focused on the early stages, before the onset of disease or pre-pathogenesis. At the onset stage, the disease is a primary preventive service or a service to prevent disease. This is marked by efforts to improve health (Health Promotion) and provide special protection (specific protection).

Objective: To explore the differences in dental caries prevention behavior: puzzles and storytelling as a medium for health education.

Methods: Quasi-experimental design research with non-equivalent control group design.

Results: Prevention of dental caries in the group that was given health education by means of a puzzle game showed an average of adequate prevention behavior (20.9); with storytelling games, it shows the average of good preventive behavior (26.5); The prevention of dental caries in the control group showed an average of adequate prevention behavior (12.8), and differences in behavior between groups given puzzle games and storytelling in the prevention of dental caries in children at Pacarkembang Kindergarten Surabaya with the result ρ = 0.000.

Conclusion: There is an influence between health education with puzzle games and storytelling in the prevention of dental caries in children.


Keywords


Caries; Prevention; Puzzles; Storytelling

Full Text:

PDF

References


Adenan, F. (2008). Puzzle dan Games. Yogyakarta: Anggota IKAPI.

Aditama AR. (2013). “Hubungan Pengetahuan Tentang Kebersihan Gigi dengan Status Kebersihan Gigi pada Siswa SDN 5 Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan”. No 22

Aliyah, S. (2011). Kajian Teori Metode Story Telling Dengan Media Panggung Boneka Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak dan Berbicara Anak Usia Din: Studi Eksperimen Quasi di TK. Negeri Pembinaan Kabupaten Majalengka [Tesis]. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Andang, I. (2006). Education Games.Yogyakarta: Pilar Media.

Angela, A. (2005). Pencegahan primer padaanak yang berisiko karies tinggi. Dent J. 38: 1304.

Asfandiyar, A. Y. (2007). Cara Pintar Mendongeng. Jakarta: Mizan. Behrman. (1996). Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: EGC.

Bezt & Swoden.(2002). Buku Saku Keperawatan Pediatric Edisi 3. Jakarta:EGC.

Budiharto.(2009). Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan Dan Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: EGC.

Dona, P. (2007). Gigi Sehat: Merawat Gigi Sehari-hari. Jakarta: Penerbit Buku Kompas

Djamil, MS. A-Z Kesehatan Gigi Panduan Lengkap Kesehatan Gigi Keluarga. Solo: Perpustakaan Nasional KDT

Hadfield, J. (2006). Communication Games. Australia: Thomas Nelson and Son Ltd.

Hidayat, A. A. A. (2005). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak, Edisi 1. Jakarta: Salemba Medika.

Hidayat, A.A.A. (2010). Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Surabaya: Kelapa Pariwara.

Hidayat, A.A.A. (2008). Pengantar konsep dasar keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Hernita, P. (2013). Seputar Kesehatan Gigi dan Mulut. Yogyakarta: Rapha Publishing.

Ircham, M. (2005). Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Fitramaya.

Isro’in, L &Andarmoyo, S. (2012). Personal Hygiene; Konsep, Proses, dan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan, edisi 1. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Kak Mal. (2012). The Miracle of Story Telling. Jakarta Timur: Anggota IKAPI.

Kulsum RU. “Penggunaan Permainan Edukatif Sebagai Media Belajar Efektif Bagi Guru PAI SD”. http://bdkjakarta.kemenag.go.id/index.php?a=a rtikel&id=853 diakses pada tanggal 30 Juli 2015.

Kumala P, dkk. (2006). Kamus Saku Kedokteran Dorland. Jakarta: EGC. Mahayatikka, I. (2011). “Ayo Bercerita: Story Telling vs Read Aloud”. http://m.kompasiana.com/idzma/ayo-bercerita-story-telling-vs-read-aloud diakses pada tanggal 11Februari 2016

Misbach,M.(2010).“MediaPuzzle”.http://economicsjurnal.blogspot.com/2010/06/ media-pezzle.html diakses pada tanggal 11 Februari 2016

Mubarak, Wahid I. (2006). Promosi Kesehatan. Jogjakarta: Graha Ilmu

Muscari, Mary, E. (2005). Panduan Belajar: Keperawatan Pediatrick. Jakarta: EGC.

Nani, S. (2012). Panduan Pakem IPS SD. Jakarta :Erlangga

Notoatmojo, S. (2005).Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nurcahyani.(2010). Pengaruh Kegiatan Story Telling Terhadap Pertumbuhan Minat Baca Siswa di TK. Bangun I Getas Kec. Pabean Kab. Semarang [Skripsi]. Semarang: Universitas Diponegoro.

Nusalam.(2003). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. (2008). Konnsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam & Pariani. (2003). Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: CV. Sagung Seto.

Patmonodewo, S. (2010). Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Pramudiati, R. (2011). “MediaPuzzle”. https://www.academia.edu/10109236/alat-peraga-paud-puzzle diakses pada tanggal 11 Februari 2016.

Rethman J. (2000). Trends in Preventive Care: Caries Risk Assessment and Indicstion for Sealant. JADA. (131):8-11.

Santrock, J.W. (2007). Psikologi Perkembangan. Edisi 11 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Sinaga A. (2013). “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan perilaku Ibu dalam Mencegah Karies Gigi Anak Usia 1–5 Tahun di Puskesmas Babakan Sari Bandung”.Jurnal Darma Agung. XXI: 1–10.

Widati, N. “Faktor Yang Berhubungan dengan Karies Gigi pada Anak Usia 4-9 Tahun”, hal 196-205

Wong, D. L. (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik, Volume 1 & 2. Edisi 6. Jakarta: EGC


Article Metrics

Abstract view : 206 times
PDF - 52 times

DOI: https://doi.org/10.26714/magnamed.1.3.2016.81-94

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by

 

      

 

Creative Commons License

MAGNA MEDIKA by APKKM is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.