BAKTERI PATHOGEN PADA LIMBAH RUMAH SAKIT YANG TELAH DITANGANI SECARA ANAEROB

Haribi R, Dewi S.S.

Abstract


Limbah Rumah Sakit mengandung bahan organic dan mikrobia pathogen yang resisten terhadap desinfektan. Cara penanganan limbah dengan Biologi Anaerob adalah efektif, karena volume limbah dapat ditekan oleh aktifitas mikrobia, bahan organik dikonversi menjadi biogas, dan bakteri pathogen mati.
Penelitian eksperimen, dengan kultur sekali unduh menggunakan sistem digesti anaerobic, bertujuan mengetahui pengaruh perubahan kondisi kimiawi di dalamnya terhadap pertumbuhan bakteri pathogen limbah rumah sakit.

Lumpur limbah Rumah Sakit difermentasikan pada digesti anaerobik dengan inokulum lumpur aktif. Pengamatan dilakukan sebelum dan pada saat fermentasi, setiap interfal waktu 3 hari. Parameter yang diteliti adalah, COD, pH, asum lemak volatil, konsentrasi amonium, fosfat, gas,
bakteri pathogen dan bakteri metanogenik.
Hasilnya pertumbuhan bakteri semakin jarang pads hari ke 12 fermentasi. Konsentrasi COD masih tinggi, yaitu 270,474 ppm, pH digesti 6,56, sehingga bahan organik masih cukup untuk pertumbuhan mikrobia. Hari ke 15 fermentasi konsentrasi COD 262,740 ppm, pH digesti 6,71 dan
keadaan digesti menjadi anaerob, sehingga yang tumbuh hanya bakteri anaerob, yaitu bakteri methan dan Clogridium. Pada hari ke 21 fermentasi gas metan mulai terbentuk dan populasi Clostridium berkurang. Pada hari ke 27 Clostridium sudah tidak tampak, karena Clostridium mati oleh gas methan hasil konversi asam lemak volatil oleh bakteri metan. Pada hari ke 27 fermentasi bakteri pathogen tidak ada tetapi asam lemak volatil konsentrasinya masih tinggi, sehingga
fermentasi tetap berlangsung pada hari berikutrya. Konsentrasi pospat rendah, konsentrasi amonium meningkat, dan efluent limbah belum aman untuk dibuang.
Keyword : pathogen, resisten, digesti anaerobic, fermentasi, volatile.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.