Penerapan terapi self-talk untuk menurunkan tingkat stress pada remaja korban broken home
(1) Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang
(2) Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang
(3) Program Studi D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang
(*) Corresponding Author
Abstract
Broken home sangat berpengaruh pada psikologis anak, dimana anak sebagai korban dari perceraian orang tuanya cenderung berperilaku impulsif atau mengalami masalah kesehatan jiwa khususnya pada remaja akan mengalami stress. Stress merupakan bentuk penyesuaian diri dimana individu tidak mampu mengatasi masalahnya, maka dapat memunculkan gangguan fisik, perilaku, perasaan hingga gangguan jiwa dengan berbagai faktor seperti frustasi, konflik, tekanan, serta krisis. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat menurunkan tingkat stress adalah terapi self-talk. Tujuan studi kasus ini adalah melakukan penerapan terapi self-talk terhadap stress pada remaja yang mengalami broken home. Metode studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek studi kasus berjumlah 3 orang dengan kriteria inklusi yaitu remaja yang mengalami broken home, usia 10-21 tahun, memiliki gejala ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi negatif seperti mudah marah, minder. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat stress adalah kuesioner Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42). Intervensi terapi self-talk dilakukan selama 2 minggu sebanyak 5x pertemuan dalam waktu 30 menit. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tingkat stress pada ketiga subyek studi. Rata-rata penurunan tingkat stress dari ketiga subyek studi yaitu 11. Terapi self-talk menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan tingkat stess pada remaja korban broken home.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Axelfa, A., Aprilia, T., Wibawa, A., Suharti, B., Studi, P., Ilmu, M., & Lampung, U. (2024). Komunikasi Intrapersonal ( Self-Talk ) Dalam Meningkatkan Kesadaran Dampak Buruk Self-Harm Pada Remaja Brokenhome Intrapersonal Communication ( Self-Talk ) in Enhancing Awareness of the Negative Effects of Self-Harm on Adolescents from Broken Homes. 13(1).
Fadli, A., Mailan, A., & Nurazizah, S. (2023). Self-Talk as a Medium for Coping Stress for Female Employee: A Systematic Literature Review. Proceedings of International Conference on Psychological Studies (ICPsyche), 4, 158–164. https://doi.org/10.58959/ICPSYCHE.V4I1.33
Fitria, L., & Ifdil, I. (2020). Kecemasan remaja pada masa pandemi Covid -19. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(1), 1–4. https://doi.org/10.29210/120202592
Hidayatullah, R. M., & Alufi, F. N. Al. (2021). Efektivitas Self-Talk Terhadap Pengelolaan Kesehatan Mental di Tengah Pandemi COVID-19. PSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi, 1(1), 38–48. https://doi.org/10.35316/PSYCOMEDIA.2021.V1I1.38-48
Kesehatan, D. (2024). Strategi Efektif dalam Mengelola Stres untuk Kesejahteraan Mental.
Moh Muslim. (2020). Moh . Muslim : Manajemen Stress pada Masa Pandemi Covid-19 ” 193. Jurnal Manajemen Bisnis, 23(2), 192–201.
PPNI, T. P. S. D. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI).
Putri, M., Program, Y. B., S1, S., Keperawatan, I., Kesehatan, F., Muhammadiyah, U., Barat, S., Pasir, J., No, J., Tigo, N., Tangah, K., & Padang, K. (2022). Efektifitas Penerapan Terapi Self Talk dan Manajemen Stres terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(1), 23–28. https://doi.org/10.26714/JKJ.10.1.2022.23-28
Sisthana, J. K., Jurnal, H., Wahyu, E., Khosim A, N., & Anggarawati, T. (2022). Penerapan terapi expressive writing untuk menurunkan stress pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan karya tulis ilmiah. Jurnal Keperawatan Sisthana, 7(1), 25–28. https://doi.org/10.55606/SISTHANA.V7I1.15
Zaenab, A., Fitria, N., Aulia, N., Putri, P., Profesi, M. P., Psikologi, F., & Indonesia, U. S. (2021). Terapi Tawa Efektif Menurunkan Stres Akademik Remaja Terdampak Pandemi Di Surabaya. Jurnal Psikologi TALENTA, 7(1), 90–101. https://doi.org/10.26858/TALENTA.V7I1.23044
Beck, J. S. (2011). Cognitive therapy for challenging problems: What to do when the basics don't work. Guilford Press.
Article Metrics
Abstract view : 9 timesPDF - 1 times
DOI: https://doi.org/10.26714/hnca.v6i2.15683
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
View My Stats
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Phone: 02476740287
Fax: 02476740287
Email: [email protected]


