Analisis Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Cakupan Asi Eksklusif

Reni Mareta, Robiul Fitri Masyitoh

Abstract


Makanan adalah faktor utama pendukung pertumbuhan dan perkembangan bagi setiap mahkluk hidup.Jumlah dan komposisi dari makanan yang dikonsumsi disesuaikan dengan kebutuhan dari masingmasing individu.Bayi mempunyai kompoosisi makanan yang berbeda. Menurut WHO makanan tebaik untuk bayi adalah diberikan ASI segera setelah bayi lahir sampai dengan 6 bulan pertama dan dilanjutkan sampai usia 2 tahun. Kondisi ini tidak dapat dicapai apabila cakupan ASI di masing-masing daerah masih kurang.Salah satu daerah yang cakupanASI eksklusifnya masih rendah adalah Kota Magelang. Data dari profil kesehatan Dinas Kesehatan Kota Magelang tahun 2008 menyebutkan bahwa di kota Magelang terjadi prosentasi bayi yang mendapatkan asi eksklusif yaitu 0,32 persen. Melihat fenomena tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya cakupan ASI eksklusif di Kota Magelang. Peneltian ini akan menggunakan kuestioner yang akan kami bagikan kepada sampel yang mempunyai anak maksimal berusia 2 tahun. Kuesioner berisi pertanyaan tentang pemberian ASI. Dari hasil kuesioner kemudian akan dilakukan analisa untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya cakupan ASI eksklusif di Kota Magelang. Hasil penelitian ini menujukan ada beberapa factor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif antara lain: umur ibu, tingkat pendidikan bud an pekerjaan ibu. Diharapkan hasil penelitian ini bisa sebagai masukan untuk instansi terkait dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan untuk membuat kebijakan yang tepat guna meningkatkan cakupan ASI eksklusif.

Keywords


ASI Eksklusif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JKA | Jurnal Keperawatan Anak | ISSN: 2338 - 2074

Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang

Gedung NRC Lantai Dasar, Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang