Efektifitas Terapi Okupasi terhadap Pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
(1) Universitas Harapan Bangsa
(2) Universitas Harapan Bangsa
(*) Corresponding Author
Abstract
Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang mengakibatkan individu mendengar, melihat, mencium ataupun merasakan suatu hal yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi bisa dialami pada salah satu atau kelima pancaindera manusia. Pasien dengan halusinasi memperoleh respon terkait lingkungan mereka tanpa adanya obyek rangsangan yang nyata. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Terapi Okupasi Dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi di Rsud DR Soerojo Magelang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif terhadap satu pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Peneliti menerapkan purposive sampling melalui kriteria diantaranya: Pasien dengan gangguan halusinasi, pasien sudah kooperatif dan kesedian untuk berperan pada penelitian ini. Penelitian ini diterapkan pada 11-13 Maret 2025 di RSUD DR Soerojo Magelang dengan mengambil satu sampling pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi. Instrument penelitian ini diterapkan melalui observasi, wawancara dan melatih melakukan terapi Okupasi. Intervensi dilakukan selama 3 hari. Hasil evalusi setelah diberikan terapi okupasi selama 3 hari didapatkan gejala halusinasi berupa berbicara sendiri dan mendengar suara Perempuan sudah tidak dirasakan lagi. Konsentrasi membaik, focus meningkat dan orientasi tempat membaik. Berdasarkan hasil pengamatan selama 3 hari, terapi okupasi efektiv agar bisa mengatasi gangguan persepsi sensori: halusinasi karena melatih focus pasien terhadap aktivitas sehri-hari dan dapat mengotrol gejala halusinasi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aisyah Munawaroh, Sigit Yulianto. 2023. “Pengaruh Tindakan Terapi Okupasi (Meronce Manik Manik) Pada Pasien Skizofrenia Dengan Halusinasi Di Bangsal Larasati Rsjd Dr. Arif Zainudin Surakarta.” : 4–8.
Anggara, et al. 2024. “Penerapan Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang (Menggambar Dan Menanam Tanaman) Terhadap Tanda Dn Gejala Pasien Halusinasi Pendengaran.” Jurnal Cendikia Muda 4: 128–36.
Cicilia Aditya Melinda, and Ita Apriliyani. 2023. “Penatalaksanaan Terapi Okupasi Pada an.W Dengan Halusinasi Pendengaran Di Rsj Soerojo Magelang.” Jurnal Cakrawala Ilmiah 2(11): 4123–28.
Damayanti, Anggita Rika, Pritta Yunitasari, Endang Tri Sulistyowati, and Novica Ariyanti Putri. 2022. “Penerapan Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang Terhadap Perubahan Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran.” Jurnal Penelitian Perawat Profesional 4(November): 1377–86.
Diagnosis, With, O F Schizophrenia, A T Rsjd, and R M Soedjarwadi. 2024. “SYMPTOMS OF SENSORY PERCEPTION DISORDERS : HEARING HALLUCINATIONS.” 4(2): 50–54.
Fatihah, Fatihah, Aty Nurillawaty, Yusrini Yusrini, and Diah Sukaesti. 2021. “Literature Review : Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Perubahan Tanda Dan Gejala Halusinasi Pada Pasien Dengan Gangguan Jiwa.” JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka 1(1): 93–101.
Firmawati Firmawati, Fadli Syamsuddin, and Restivera Botutihe. 2023. “Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Perubahan Tanda Dan Gejala Halusinasi Pada Pasien Dengan Gangguan Presepsi Sensori Halusinasi Di Rsud Tombulilato.” Jurnal Medika Nusantara 1(2): 15–24.
Fitri, Niken Yuniar. 2019. “Pengaruh Terapi Okupasi Terhadap Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Rawat Inap Di Yayasan Aulia Rahma Kemiling Bandar Lampung.” Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung 7(1): 33.
Jatinandya, Melinda Puspita Ayu, and Dedy Purwito. 2020. “Terapi Okupasi Pada Pasien Dengan Halusinasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas.” Jurnal Keperawatan Muhammadiyah (September): 295–301.
Karadjo, Halisa, and Agusrianto Agusrianto. 2022. “Penerapan Terapi Psikoreligius Dzikir Terhadap Kontrol Halusinasi Pada Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Halusinasi Pendengaran DiRumah Sakit Madani Palu.” Madago Nursing Journal 3(2): 50–56.
Kotijah, Siti, Lutfi wahyuni, and Ura pasha Harnum azzurra. 2021. “Terapi Okupasi Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Dan Pengetahuan Pasien Odgd Di Rumah Singgah Al-Hidayah.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan 7(3): 23–26.
Laisina, Yola, Tri Nurminingsih Hatala, and Kota Ambon. 2022. “Efektifitas Pemberian Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang Dalam Upaya Mengontrol Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran.” Jurnal Keperawatan Jiwa 10(3): 597–602.
Mashudi, Sugeng, Ririn Nasriati, and Eky Octaviani. 2020. “Terapi Okupasi Sebagai Sarana Peningkatan Kesehatan Jiwa Penderita Skizofrenia.” Jurnal Abdidas 1(5): 313–17.
Mustopa, Rif’ah Fauziah, Asih Minarningtyas, and Aty Nurillawaty. 2021. “Pengaruh Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang (Menyapu, Membersihkan Tempat Tidur, Menanam Tanaman Dan Menggambar) Terhadap Gejala Halusinasi Pendengaran.” Jurnal Gema Keperawatan 14(1): 40–49.
Muthmainnah, Muthmainnah et al. 2023. “Terapi Menggambar Menurunkan Tanda Dan Gejala Pasien Skizofrenia Dengan Halusinasi.” Journal of Nursing Innovation 2(3): 97–101.
Nurjaya, Feri, Uswatun Hasanah, and Indhit Tri Utami. 2024. “Penerapan Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Tanda Dan Gejala Pada Pasien Halusinasi Di Ruang Nuri Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung.” Jurnal Cendikia Muda 4(1): 98–103.
Nurlaili, N., Nurdin, A., Putri, D., Arif, Y., Basmanelly, B. and Fernandes, F. 2019. “Pengaruh Tehnik Distraksi Menghardik Dengan Spiritual Terhadap Halusinasi Pasien. Jurnal Keperawatan, 11(3), 177-190.” Pengaruh tehnik distraksi menghardik dengan spiritual terhadap halusinasi pasien. Jurnal Keperawatan, 11(3), 177-190. (Riskesdes 2018).
Pradana, et al. 2023. “Penerapan Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Tanda Dan Gejala Pasien Halusinasi Pendengaran Di Ruang Kutilang RSJD Provinsi Lampung.” Jurnal Cendikia Muda 3(1): 149–54.
Rafik, Abdur, Yosi Febrianti, and Novyan Lusiyana. 2020. “Terapi Okupasi Pada Orang Dengan Skizofrenia (ODS) Di Desa Sindumartani Yogyakarta.” E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 11(3): 373–81.
Ramadani, et al. 2024. “Efektivitas Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala Pada Pasien Halusinasi Pendengaran.” 3(2): 71–78.
Ramadhani, Desta Putri. 2021. “Pengaruh Terapi Okupasi Terhadap Activitiy Daily Living Pada Orang Dengan Skizofrenia (Ods): Literature Review.” : 1–12.
Rizki Dwi Bakhtiar Surin1 IGAA Noviekayati2 Niken Titi Pratitis. 2024. “Terapi Okupasi Bagi Penyandang Skizofrenia di UPTD Liponsos Kota Surabaya Studi FenomenologI.” : 104–16.
Sujiah, Sujiah, Hernida Warni, and Adi Fikrinas. 2023. “The Effectiveness of Application of Drawing Activity Occupational Therapy against Auditory Hallucination Symptoms.” Media Keperawatan Indonesia 6(2): 83.
Wayan, I et al. 2021. “Terapi Okupasi Aktivitas Menggambar Terhadap Perubahan Halusinasi Pada Pasien Skizofrenia.” Jurnal Gema Keperawatan 7(2): 124–29. https://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JGK/article/view/1743/657.
Wulansari & Susilowati. 2023. “Penerapan Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Perubahan Tanda Gejala Pada Pasien Dengan Gangguan Presepsi Sensori Halusinasi.” Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran 1(4): 146–62. https://doi.org/10.59680/anestesi.v1i4.533.
Article Metrics
Abstract view : 893 timesPDF - 242 times
DOI: https://doi.org/10.26714/jkj.13.1.2025.153-158
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
PPNI Univ. Muhammadiyah Semarang
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Phone: 02476740287
Fax: 02476740287
Email: [email protected]
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
