Hubungan Self Efficacy terhadap Perilaku Pengobatan pada Pasien TB

Rahmah Hayati(1*), Angga Irawan(2), Asmadiannor Asmadiannor(3), Onieqie Ayu Dhea Manto(4)


(1) Universitas Sari Mulia
(2) Universitas Sari Mulia
(3) Universitas Sari Mulia
(4) Universitas Sari Mulia B
(*) Corresponding Author

Abstract


TB Paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberkulosis yang menyerang paru-paru. Dalam proses pengobatan diperlukan self efficacy yang dapat mempengaruhi perilaku pengobatan seseorang. Apabila Self efficacy tinggi pada pasien TB Paru, maka akan membantu meningkatkan rasa yakin dan mampu melakukan perawatan diri seperti personal hygiene, perilaku hidup sehat, taat melakukan pengobatan dan mampu memahami informasi yang diberikan petugas Kesehatan. Mengetahui hubungan Self efficacy terhadap perilaku pengobatan pada pasien TB di Poli Paru TB RSUD H Badaruddin Kasim Maburai Tabalong. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin, dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, total sampel berjumlah 130 orang. Data self efficacy dikumpulkan dengan Questionnaire ASES (Adherence Self efficacy Scale), untuk mengukur perilaku pengobatan menggunakan Treatment Self Regulation Questionnaire (TRSQ). Analisis bivariat menggunakan uji Sperman Rank. Analisis bivariat didapatkan hasil nilai P-Value 0,000 < 0,005, sehingga Ha diterima dan Ho di tolak. Self efficacy pada pasien TB di Poli Paru TB RSUD H Badaruddin Kasim Maburai Tabalong berada pada rentang baik sehingga mendorong terjadinya perilaku pengobatan yang baik pula. Self efficacy sangat diperlukan agar pasien yakin dalam menjalani pengobatannya.


Keywords


pengobatan; perilaku; self efficacy; TB

Full Text:

PDF

References


Bernadetha, B., Nurhidayati, N., Nasrullah, N., Basri, M., Bugis, D. A., Askar, M., Lestari, P., Pellondou, K. B. Y., & Pemayun, I. D. G. A. (2023). Pengantar Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Selat Media Partner.

Dinkes Kalsel. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Imaduddin, Samaruddin, & Nurmiati. (2023). Impact Of Self Efficacy , Servant Leadership And Self Awareness Of Employee Performance. LAA MAISYIR Jurnal Ekonomi Islam, 10(2), 242–256.

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis, (2020).

Kementerian Kesehatan. (2021). Panduan Kegiatan Hari Gizi Nasional Remaja Sehat, Bebas Anemia. In Kemenkes RI dan Germas.

Kemkes RI. (2020). Petunjuk Teknis Penanganan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) (I. Pambudi, S. Widada, & E. Lukitosari (eds.)). Kementerian Kesehatan RI.

Lianto, L. (2019). Self-Efficacy: A Brief Literature Review. Jurnal Manajemen Motivasi, 15(2), 55. https://doi.org/10.29406/jmm.v15i2.1409

Lutfi, M., & Mayangsari, M. (2022). “ Program Kerja Pagar Baru ( Pendampingan Keluarga Siaga Tuberkulosis Paru) Di Desa Bajeman Kec. Tragah Kab. Bangkalan.” Jurnal Paradigma, 4(6), 53–60.

Minggarwati, R., Juniarti, N., & Haroen, H. (2023). Intervensi Pada Pasien Tuberkulosis Untuk Meningkatkan Kepatuhan Dan Manajemen Diri. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), 1630–1643. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/jks.v6i2.5004

Mustaqimah, M., Saputri, R., Hakim, A. R., & Indriyani, R. (2021). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien di Kabupaten Banjar. Jurnal Surya Medika, 7(1), 209–217. https://doi.org/https://doi.org/10.33084/jsm.v7i1.2659

Pramana, G. A., Dianingati, R. S., & Saputri, N. E. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta prolanis di puskesmas pringapus kabupaten semarang. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 2(1), 52–58. https://doi.org/https://doi.org/10.35473/ijpnp.v2i1.196

Rahmawati, A. R., Suparman, R., & Iswarawanti, D. N. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada petugas penunjang non klinik di RSUD Singaparna Medika Citrautama Pendahuluan Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang perorangan secara paripurna yang masyar. Journal of Midwifery Care, 4(2), 71–80. https://doi.org/10.34305/jmc.v4i02.1115

Rahmawati, N., Yulanda, N. A., Ligita, T., Heriye, Ghifari, M. I., Puspita, A. M., & Aliviyah. (2023). Edukasi Tentang Pencegahan Penularan TB Pada Anak Dengan Si “Comel.” Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB), 4(3), 501–509.

Ren, C., Tang, J., & Xia, L. (2022). Interferon gamma release assays for diagnosis of osteoarticular tuberculosis: A systematic review and meta-analysis. PloS One, 17(6), e0269234. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0269234

Rosdina, S., Saputra, B., & Roslita, R. (2024). Hubungan Self Efficacy Terhadap Kepatuhan Latihan Fisik Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Health Care : Jurnal Kesehatan, 13(1), 47–58.

Salsabylla, W. N. C., Ahmad, & Jalal, N. M. (2023). Pengaruh Efikasi Diri terhadap Self-Regulated Learning. Indonesian Journal of Islamic Counseling, 5(2), 111–123. https://doi.org/10.35905/ijic.v5i2.6545

Septia, A., Rahmalia, S., & Sabrian, F. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tb Paru Di Puskesmas Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ilmu, 1(2), 1–10. http://repository.unusa.ac.id/id/eprint/1686

Sophia, H. (2024). Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis (GIAT). Dinkes.Ntbprov.Go.Id. https://dinkes.ntbprov.go.id/artikel/gerakan-indonesia-akhiri-tuberkulosis-giat/

Sudrajat, A., Riyanti, E., Wartonah, W., & Suzana, S. (2019). Self Efficacy Meningkatkan Perilaku Pasien Dalam Latihan Mobilisasi Post Operasi ORIF Pada Ekstremitas Bawah. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 6(2), 175–183. https://doi.org/https://doi.org/10.32668/jitek.v6i2.187

Sudrajat, A., Wartonah, W., Riyanti, E., & Suzana, S. (2019). Self Efficacy Meningkatkan Perilaku Pasien Dalam Latihan Mobilisasi Post Operasi ORIF Pada Ekstremitas Bawah. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 6(2), 175–183. https://doi.org/10.32668/jitek.v6i2.187

Suryono, S. (2018). Tingkat Self Efficacy Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Kelas Pada Peserta Didik Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial Sma Negeri 5 Jember. Jurnal of Education Technologi and Innovation (JETI) Volume, 01(2), 47–61.

Warganegara, E., & Nur, N. N. (2016). Faktor Risiko Perilaku Penyakit Tidak Menular. Majority, 5(2), 88–94. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1082

WHO. (2022). Laporan Kasus Tuberkulosis (TBC) Global Dan Indonesia 2022. https://yki4tbc.org/laporan-kasus-tbc-global-dan-indonesia-2022/

Yulianti, N., & Khairuddin, H. (2023). Perokok Mudah Terkena TBC! Bagaimana Pencegahannya? Tbindonesia.or.I. https://tbindonesia.or.id/perokok-mudah-terkena-tbc-bagaimana-pencegahannya/#:~:text=Berdasarkan Global TB Report 2023,dibandingkan orang yang tidak merokok.

Yulianti, T. R., Sabila, A. A., Farha, B. M., Renhoran, C. R., Putri, C. N., Aini, D. R. N., Hasnanisa, N., Ashari, P., Umari, Q. M., Hakiki, R. N., Hasana, W. P., Makful, M. R., & Pohan, T. F. (2022). Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis Paru. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat : Pengmaskesmas, 2(1), 68–81.


Article Metrics

Abstract view : 240 times
PDF - 69 times

DOI: https://doi.org/10.26714/jkj.13.2.2025.393-400

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

PPNI Univ. Muhammadiyah Semarang

Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang

Phone: 02476740287
Fax: 02476740287
Email: [email protected]

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.