GAMBARAN TINGKAT STRES KELUARGA LANSIA

Mohammad Fatkhul Mubin, Livana PH, Azizah Rahma Mahmudah

Abstract


Semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan jumlah lansia terus meningkat dari tahun ketahun. Begitu juga dengan jumlah lansia diseluruh indonesia juga mengalami peningkatan tiap decade. Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang terkait dalam perkawinan, hubungan darah, adopsi dan tinggal dalam satu rumah. Adanya kejadian-kejadian yang signifikan seperti anggota keluarga yang mempunyai lansia dalam satu rumah menciptakan kondisi stres bagi keluarga yang merawatnya sehingga menjadi tuntutan yang memaksa keluarga untuk dapat beradaptasi terhadap adanya berubahan dalam segi membagi waktu untuk merawat lansia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada keluarga yang mempunyai lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, total sampel 55 responden. Penelitian dilakukan di Desa Mororejo kec. Kaliwungu menggunakan kuesioner Weber State Sniversity dan dianalisis dengan metode deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga mengalami tingkat stres sedang sebanyak 37 responden (67.27%) sedangkan tingkat stres berat sebanyak 8 responden (14.55%) dan tingkat stres ringan sebanyak 10 responden (18.18). Penelitian ini diharapkan keluarga dan lansia untuk lebih memaksimalkan peran sertanya didalam memberikan dukungan kepada keluarga dan lansia guna mengurangi tingkat stres keluarga yang pada akhirnya dapat tercipta kehidupan mental yang lebih sehat baik bagi keluarga maupun lansia dan Sebagai tolak ukur keluarga dalam meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan dalam memberi perawatan aktivitas kehidupan sehari-hari.

 

Kata kunci : Tingkat Stres, Keluarga.

 

DESCRIPTION OF THE ELDERLY FAMILY STRESS LEVEL

 

ABSTRACT

The family is the unity of the people involved in the marriage, blood relationship, adoption and living in one house. The presence of significant events such as family members who have elderly in a home creates stres for families who care for them so that the demands are forcing the family to be able to adapt to the berubahan in terms of allocating their time to care for the elderly. This study aims to describe the level of stress in families with elderly. This study used a descriptive exploratory method, the total sample of 55 respondents. The study was carried out in the village of Mororejo Kec. Kaliwungu used the Weber State Sniversity questionnaire and analyzed it using descriptive percentage method. The results showed that most families experienced moderate stress levels as much as 37 respondents (67.27%) while severe stress levels were 8 respondents (14.55%) and mild stress levels as many as 10 respondents (18.18). This research is expected that families and elderly people to maximize their participation in providing support to families and the elderly to reduce the level of family stress which ultimately can create a healthier mental life for both families and the elderly and as a family benchmark in increasing knowledge and skills in giving daily life care activities.

 

Keywords: Tinhkat Stress, Family


Keywords


Stres; keluarga lansia

Full Text:

PDF

References


Deputi I Menkokesra (2010), Data jumlah lansia di Indonesia.

Depkes RI (1998) di kutib dalam buku konsep dan proses keperawatan keluarga, Setiadi(2010).

Potter (2005), Pengertian stress terhadap keluarga http//www,stress.net/makalah di akses pada tanggal 24 September 2012.

Friedman (1998), Keperawatan keluarga teori dan praktik. Edisi 3. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Nugroho, Wahyudi, SKM. 2000. Keperawatn Gerontik Edisi 2. Jakarta : EGC

Suryanto (2004), Optimalisai Peran dan Fungsi Keluarga.

Hawari (2004), http//www.stres.net di akses pada tanggal 25 September 2012.

Junaidi (2008), Penduduk Lanjut Usia dan Peranan Keluarga.

Louw Anneke (2009), Stres psikologi keluarga http//www.psikologi.net di akses pada tanggal 24 September 2012.

Pranowo, Hadi (2004) http//www.Sumber stress.net di akses pada tanggal 25 September 2012.

Psychology Foundation Of Australia. (2010). Depression Anxiety Sress Scale.

Http://Www2.Psy.Unsw.Edu.Au/Group/Dass.

Stuart, G.W & Laraia, M.T (2005). Psychiatric nursing : Principle and practice 8th Edition. St. Louis : Mosby.

Suarez K, Mayer C, Ehlert U, Nater UM: Psychological stress and selfreported functional gastrointestinal disorders. J Nerv Ment Dis 2010, 198:226-9.

Sukmawati, Astri. (2015). Hubungan antara Kecerdasan dengan Tingkat Stres Mahasiswa FIK UI (Skripsi). Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Suzanne & Brenda. (2008). Text book of medical surgical nursing 11th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins

Stock C, Kucuk N, Miseviciene I, Guillen-Grima F, Petkeviciene J, Aguinaga- Ontoso I, Kramer A. (2003). Differences in health complaints among university students from three European countries. Prev Med 2003, 37:535-43.

Wilks, S.E. (2008). Resilience amid academic stress: The moderating impact of social support among social work student: advances in social work, 9 (2), 106-125. https://journals.iupui.edu/indeks.php/advancesinsocialwork/article/viewFile/51/195




DOI: https://doi.org/10.26714/jkj.6.2.2018.128-133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

View My Stats

 

P-ISSN 2338-2090

E-ISSN 2655-8106

Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan | Universitas Muhammadiyah Semarang

Gedung NRC Lantai Dasar Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang

Email: jurkep.jiwa@gmail.com

Hp: 089667888978

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.