Hubungan bullying dengan ketidakberdayaan pada remaja

Tantri Widyarti Utami, Alma Fadilah, Livana PH

Abstract


Bullying merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada remaja yang tidak hanya berampak terhadap harga diri saja tetapi juga terhadap pendidikan, kesejahteraan fisik dan mental.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara bullying dan ketidakberdayaan pada remaja Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode simple random sampling yang melibatkan 231 siswa SMA. Instrument yang digunakan adalah instrument Revised Olweus Bully/Victim Questionairre (OBVQ), dan Learned Helplessness Scale. Sample menggunakan simple random sampling dengan kriteria inklusi remaja usia 15-17 tahun, berada  ditempat saat pengambilan data. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara bullying dan ketidakberdayaan pada remaja remaja (p value = 0,000).

 

Kata kunci: Bullying , ketidakberdayaan, remaja.

 

THE RELATIONSHIP BETWEEN BULLYING ANDHELPLESSNESS IN ADOLESCENT

 

ABSTRACT

Bullying is one of the problems that occur in adolescents that is  not only affect to self-esteem but also on education, physical and mental health  well-being. The aim of te study was to determine the relationship between bullying andhelplessness in adolescent. This study used a cross sectional study design with a simple random sampling method involving 231 high school students. the instrument used is Revised Olweus Bully/Victim Questionairre(OBVQ), and Learned Helplessness Scale. Sample technique used simple random sampling with the inclusion criteria of adolescents aged 15-17 years, and is there when taking data.Data analyis used the chi square test . Results shown there was an relationship  between bullying and helplessness in adolescent (p value = 0.0001).

 

Keywords: bullying, helplessness, adolescent

 


Full Text:

PDF

References


Alex, Sobur. (2010). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.

Carpenito-Moyet,& Lynda Juall. 2013. Nursing Diagnosis : Application to Clinical Practice. Philadelphia : Wolters Kluwer

Dhamayanti, M. & Asmara, A. 2017.Remaja : Kesehatan dan Permasalahannya. Jakarta : Ikatan Dokter Anak Indonesia

Febriyani, P & Darliana, D.2017.Perasaan Ketidakberdayaan Dengan Kualitas Hidup Pasien Ulkus.. Tersedia pada :http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/INJ/article/viewFile/8707/7029. 8(1) : 52-57. Diperoleh 06 Februari 2019.

Hidayat & Namira. 2014. Analisis Hubungan Faktor Sosial Terhadap Kejadian Korban Bullying Di Sma Negeri Z Singaraja. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang

Jatmika, Sidik. 2010. Genk Remaja, Anak Haram Sejarah ataukah Korban Globalisasi?.Yogyakarta : Kanisius

Junior Chamber International. 2016. Kasus Bullying di Kota Bogor. Tersedia pada :https://www.jointcommissioninternational.org/. Diperoleh 03 Februari 2019.

Khasanah, dkk,. 2017. Gambaran Negative Automatic Thoughts pada Remaja Korban Bullyingdi Sekolah Menengah Pertama Kota Bandung. http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/psy/article/view/1698. 4(2). Diperoleh 05 Mei 2019.

National Centre Againstbullying. 2019. Tersedia pada :. https://www.ncab.org.au/bullying-advice/bullying-for-parents/types-of-bullying/#. Diperoleh 02 Februari 2019

Pieter, H, Z., & Lubis, N, L. 2010. Pengantar Psikologi dalam Keperawatan. Jakarta: Prenada Media Group

Poeh, R, A,. 2014. Program “Rembug Sahabat” Bagi Fasilitator Sebaya Dalam Pencegahan Bullying. (Tesis). Universitas Gajah Mada

Putri, dkk. 2015. Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku bullying pada Remaja. (Jurnal). Tersedia pada: https://media.neliti.com/media/publications/187389-ID-faktorfaktor-yang-berhubungan-dengan-per.pdf. 2(2) : 1149 – 1159. Diperoleh 07 Februari 2019.

Rachmah, D, N,. 2014. Empati pada Pelaku Bullying. Tersedia pada https://media.neliti.com/media/publications/195880-ID-empati-pada-pelaku-bullying.pdf#page=3&zoom=auto,-107,381. 1(2): 51-58. Diperoleh 03 Februari 2019.

Rehulina, M. Prayogo,D. 2014. Hubungan antara Adversity dan Ketidakberdayaan yang Dipelajari pada Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Rumah Tahanan Surabaya.Tersedia pada http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jpio4b9e98c0cf2full.pdf. 3(2): 108-116. Diperoleh 03 Februari 2019.

Sarry, Y, N, E,.2017. Perkembangan Kognitif dan Emosi Psikologi Masa Remaja Awal.Tersedia pada :ojshafshawaty.ac.id/index.php/jpengmas/article/download/1/2. 1(1): 6-12 Diperoleh 02 Februari 2019.

Sharma, S, A,. 2015. Learned Helplessness among Adolescent (Male & Female) Students of Private and Government Schools.. Tersedia pada :http://www.iosrjournals.org/iosr-jestft/papers/SSSSMHB/Volume-6/01.PAPER%2057.pdf. 1(6): 1-6. Diperoleh 04 Februari 2019.

Silva, M.A.I.S., Pereira, B., Mendoca, D., Nunes, B., Oliveira, W.A. (2013). The Involvement of Girls and Boys with Bullying: An Analysis of Gender Differences.: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24317387. 10: 6820-6831. Diperoleh 05 Mei 2019.

WHO. 2010. Prevention of bullying-related morbidity and mortality: a call for public health policies.:https://www.who.int/bulletin/volumes/88/6/10-077123/en/. Diperoleh 02 Februari 2019.

Wang, C. (2011). A Longitudinal Investigation of Peer Victimization, Self-Esteem, Depression, and Anxiety among Adolescents: A Test of Cognitive Diathesis-Stress Theory, Disertation University of Nebraska.

Wiyani, N, A,. 2012. Save Our Children From School Bullying. Jogjakarta : Ar-ruzz Media




DOI: https://doi.org/10.26714/jkj.7.2.2019.161-166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.