Hambatan komunikasi terapeutik psikiater, perawat, kader jiwa, dan keluarga pada pasien gangguan jiwa pasca pasung

Sri Wahyuningsih, Susanne Dida, Jenny Ratna Suminar, Yanti Setianti

Abstract


Tenaga kesehatan, kader jiwa, dan keluarga dalam melakukan komunikasi terapeutik pada pasien ODGJ pasca pasung menemukan beberapa hambatan dari faktor internal maupun eksternal. Tujuan penelitian untuk menggali dan mengungkapkan hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses komunikasi terapuetik tenaga kesehatan, kader jiwa, keluarga terhadappasien ODGJ pasca pasung. Jenis penelitian kualitatif, menggunakan paradigma konstruktivistik, dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan bahan audio visual. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, dengan subjek penelitian 1 psikiater, 3 perawat, 2 kader jiwa, 7 keluarga pasien. Objek penelitiannya adalah hambatan-hambatan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan, kader jiwa, keluarga kepada pasien ODGJ pasca pasung desa Wonorejo. Validasi datanya menggunakan triangulasi dan member check. Penelitian dilakukan bulan April sampai dengan November 2018. Lokasi penelitian desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabuputen Malang Provinsi Jawa Timur. Adanya hambatan yang terjadi pada proses komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan, kader jiwa, keluarga pada pasien ODGJ pasca pasung, yaitu lemahnya jaringan internet, bahasa, inkoherensi, stranger anciety, pendidikan rendah, penampilan perawat, noise suara, dan emosional keluarga, sehingga komunikasi terapeutik kurang lancar.

 

Kata kunci: hambatan, tenaga kesehatan, ODGJ, keluarga, komunikasi terapeutik

 

BARRIERS OF THERAPEUTIC COMMUNICATION PSYCHIATER, NURSE, MENTAL CADRES, AND FAMILY FOR THE PEOPLE WITH POST PASUNG MENTAL DISORDERS

 

ABSTRACT

Health workers, soul cadres, and families in conducting therapeutic communication in post-passive ODG patients found several obstacles from internal and external factors. The purpose of this study is to explore and reveal the barriers that occur in the process of the most therapeutic communication by health workers, mental cadres, families to post ODGJ patients. The research method uses qualitative research, constructivist paradigms, and case study approaches. Data collection methods use, observation, in-depth interviews, documentation, and audio-visual material. Sampling by using purposive sampling, with research subjects 1 psychiatrist, 3 nurses, 2 mental cadres, 7 families of patients. The object of his research is the barriers of therapeutic communication of health workers, mental cadres, families to ODGJ patients postpasung Wonorejo village. Data validation uses triangulation and member check. The study was conducted from April to November 2018. The location of the research was Wonorejo village, Singosari District, Malang Regency, East Java Province. The results are the barriers that occur in the process of therapeutic communication between health workers, mental cadres, families in post-pasung ODGJ patients in Wonorejo village. The barriers to therapeutic communication in postpasung ODGJ in Wonorejo village is the lack of internet, language, incoherence, stranger anxiety, low education, nurse performance, noise noise, and emotional family, so therapeutic communication is less smooth.

 

Keywords: obstacles, health workers, ODGJ, family, therapeutic communication


Keywords


hambatan, tenaga kesehatan, ODGJ, keluarga, komunikasi terapeutik

Full Text:

PDF

References


Arumsari, Emaliyawati, dan Sriati. 2016. Hambatan Komunikasi Efektif Perawat Dengan Keluarga Pasien Dalam Perspektif Perawat. Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 2. No. 2: 104-114. Diakses 20/07/2019 dari ejournal.upi.edu.

Arum, 2016. Pembebasan Tiga Korban Pasung. di akses dari: http://www.yankes.kemkes.go.id/read-pembebasan-tiga-korban-pasung-di-kecamatan-singosari-malang-794.html, 19/08/2019.

Anindhita, Wirartri. 2017. Eksploitasi Pasien Gangguan Jiwa (Studi Fenomenologi Komunikasi Terapeutik antara Perawat dan Pasien Panti Sosial Gangguan Jiwa Terlantar di Jakarta). Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung.

Andik, Hartik. 2016. Penderita Gangguan Jiwa di Jawa timur Masih Terpasung. Diakses dari: https://regional.kompas.com/read/2016/10/31/15553891/745. penderita.gangguan.jiwa.di.jatim.masih.terpasung,19/08/2019.

Bbc.com, 2016. Indonesia Bebas Pasung. dia akses dari: (https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160320_indonesia_hrw_pasung, 19/08/2019.

Bloggokilla.blogspot.com, 2012. Definisi, Tujuan, Hambatan, dan Proses Komunikasi. Diakses dari: http://bloggokilla.blogspot.com/2012/08/definisi-tujuan-hambatan-dan-proses_3184.html.19/08/2019.

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina, 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Kesehatan, 2016. Peran Keluarga Dukungan Kesehatan Jiwa Masyarakat, http://www.depkes.go.id/article/print/16100700005/peran-keluargadukung-kesehatan-jiwa-masyarakat.html, Diakses tanggal 19/8/2019.

Kreps, Gary L, Barbara C. Thornton. 1984. Health Communication Theory and Practise. United States of America, Longman Inc.

Niman, Susanti. (2019). Pengalaman Family Caregivers Dalam Merawat Anggota Keluarga Yang Mengalami Gangguan Jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 7, No. 1, Mei 2019: 19-26.

Purwanti, Puput, 2019. Pengaruh Noise Dalam Komunikasi. Diakses dari: https://pakarkomunikasi.com/pengaruh-noise-dalam-komunikasi, 19/08/2019.

Rustanta, Agustinus. 2019. Pola Komunikasi Terapeutik Antara NonFormal Caregivers dan Penderita Gangguan Jiwa (Kajian Etnografi pada Pendampingan Penderita Gangguan Jiwa di Yayasan Dzikrur Ghofilin, Kabupaten Wonosobo). Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung.

Stuart, G.W. (1998). Therapeutic Nurse-Patient Relationship dalam Stuart, G.W. & Sundee, S.J. Principle and Practice of Psyciatric Nursing. Sixth Edition. St. Louis, Mosby YearBook.

Suryani. (2006). Komunikasi Terapeutik Teori dan Praktek, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Fatta, Hanif Al. 2018. Telemedicine: Dalam Tinjauan TeknologiInformasi. Diakses dari https://studylibid.com/doc/770508/telemedicine---dalam-tinjauan-teknologi-informasi.




DOI: https://doi.org/10.26714/jkj.7.2.2019.115-126

Refbacks

  • There are currently no refbacks.