Hubungan karakteristik dengan kejadian depresi pada lansia

Novi Herawati, Deharnita Deharnita

Abstract


Depresi merupakan gangguan psikiatrik yang sangat sering terjadi pada lanjut usia. Faktor penyebab depresi lansia antara lain ditinggal oleh semua anak, tidak lagi bekerja, tidak mempunyai kegiatan, kematian orang yang dicintai. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan tingkat depresi pada lansia di panti sosial tresna werdha Sicincin tahun 2018. Penelitian ini merupakan studi analisis dengan pendekatan cross sectional. Variabel penelitian yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama tinggal, serta tingkat depresi. Populasinya seluruh lansia di PSTW, jumlah 110 orang. Teknik sampling secara total sampling. Analisa bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar lansia mengalami depresi, berusia beresiko yaitu > 65 tahun, mayoritas lansia berjenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan lansia mayoritas rendah,  lama tinggal lansia di panti sebagian besar beresiko ≥ 4 tahun. Uji bivariatnya tidak ada hubungan umur, jenis kelamin dan lama tinggal dengan depresi serta ada hubungan tingkat pendidikan dengan depresi.

 

Kata kunci: depresi, karakteristik lansia

 

RELATIONSHIP CHARACTERISTICS WITH INCIDENCE OF DEPRESSION IN THE ELDERLY

 

ABSTRACT

Depression is a psychiatric disorder that is very common in the elderly. Factors causing depression in the elderly include being abandoned by all children, no longer working, no activity, death of a loved one. The purpose of this study was to determine the relationship of characteristics with the level of depression in the elderly in the social home of Vesna Sicincin in 2018. This study was an analytical study with a cross sectional approach. The research variables are age, sex, education and length of stay, and the level of depression. The population is all elderly in PSTW, the number of 110 people. Sampling technique in total sampling. Bivariate analysis with chi square test. The results showed that most of the elderly are depressed, aged at risk that is> 65 years, the majority of the elderly are male, the majority of the elderly's education level is low, the length of stay of the elderly at home is mostly at risk ≥ 4 years. The bivariate test had no relationship with age, sex and length of stay with depression and there was a relationship between education level and depression.

 

Keywords: depression, characteristics of the elderly


Keywords


depresi, karakteristik lansia

Full Text:

PDF

References


Alexopoulos, GS. Mood Disorders. In: Sadock BJ, Sadock VA, eds. Kaplan & Sadock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry. 8th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2005, p.3677-86.

Anna, Lusia Kuss. (2012). Peningkatan Jumalah Lansia. Kompas: Jakarta. http://www.kompas.com/health/news.

Azis. Iwan J, dkk, Pembangunan Berkelanjutan Peran dan Kontribusi Emil Salim. (2010). Kepustakaan Populer Gramedia. Jakarta.

Friedman, Marylin. 1998. Keperawatan Keluarga. Jakarta.EGC.

Ghaemi, SN. Mood Disorder. A Practical Guide. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2003, p.242-3.

Green RC, Cupples LA, Kurz A, et al. 2003. “Depression as a risk factor for Alzheimer disease: the MIRAGE Study”. Arch Neurol 60: 753–759.

Hawari, D. 2008. Manajemen Stres, Cemas dan Depresi Edisi 2. Jakarta: FKUI.

Kaplan, Sadock. (2007). Sinopsis psikiatri: ilmu pengetahuan psikiatri klinis. (Jilid 1). Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Mahsun. 2004. Bersahabat Dengan Stres Edisi 1. Yogyakarta: Prisma Media.

Mansjoer Arif et al. 2009. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: FKUI

Maryam, R Siti. Dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Mardeka.

Melisa 2010. hubungan dukunan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di rw 11 kelurahan padurenan kecamatan ciledug karang tenagh kota tangerang. Http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/2s1keperawatan/0810712024/bab6.pdf. diperoleh 9 September 2018.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nugroho, Wahyudi. 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. EGC: Jakarta

Nuryanti, T. Indarwati, R. dan Hadisuryatmana, S. (2006). Hubungan perubahan peran diri dengan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di UPT PSLU Pasuruan Baba Lamongan. Journal.unair.ac.id/filer.pdf./titik%20N.docx diperoleh 26 September 2013.

Prasetyono, Dwi S. 2003. Kiat Mengatasi Cemas dan Depresi. Tuga Publisher: Yogyakarta

Sadock, Benjamin J & Sadock, Virginia A. 2010. Kaplan dan Saddock Buku Ajar Psikiatri Klinis. Edisi 2. EGC: Jakarta

Silvia (2010) Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi pada lansia di posyandu lansia Rimbo Kaduduk Wilayah kerja Puskesmas Sintuk Padang Pariaman. http://repository.unand.ac.id/17406/. diperoleh Maret 2018.

Sonnenberg CM, Beekman ATF, Deeg DJH, Van Tilburg W. (2000). “Sex differences in late-life depression”. Acta Psychiatr Scand 101: 286–92.

Tamher, S. Noorkasiawi. 2009. Kesehtan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba.

Vishal J, Bansal RK, Swati P, Bimal T. 2010. “A study of depression among aged in Surat City” Nat Jour Com Med 1;47-9

Winrow AM, Holmes JD. 2005. “Old age medical patients screening positive for Depression”. Ir Psych Med Journal 22(4): 124 -27.

Wulandari. 2011. Kejadian dan Tngkat Depresi pada lanjut usia: stud perbandingan di panti werda dan komunitas. http://eprint.undip.ac.id/32877/1/Ayu_Fitri.pdf. diperoleh September 2018.

Yanuar, H. 2010. Hubungan antara jenis kelamin, usia dan status pernikahan dengan tingkat depresipada lansia di perumahan sinar waluyo semarang. http//:digilib.unimus.ac.id/files/disk1/110/jtptunimus-gdl-yanuarhida-5482-1-abstrak.pdf. Diperoleh September 2018.




DOI: https://doi.org/10.26714/jkj.7.2.2019.185-192

Refbacks

  • There are currently no refbacks.