Tingkat pengetahuan lansia berhubungan dengan resiliensi pada lansia yang di tinggal meninggal pasangan hidupnya

Sri Puji Lestari, Sonhaji Sonhaji, Rosario Alfonsina Baru

Abstract


Resiliensi merupakan ranah bimbingan pribadi secara sosial kepada individu agar dapat mendaptasi lingkungan sosialya, sehingga mampu mengatasi permasalahan sulit dalam hidupnya dan tetap terbebas dari simtom psikopatologi. Dalam tahap perkembangan usia lanjut sangat diperlukan adanya resiliensi dalam rangka menyesuaikan diri dan bertahan dalam keadaan yang malang dan/atau tidak menyenangkan dalam hidupnya, terlebih untuk para usia lanjut yang ditinggalkan oleh  pasangan hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Tingkat Pengetahuan  Lansia dengan  resiliensi pada lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di Puskesmas Rowosari Kota Semarang . Metodelogi Penelitian : Jenis penelitian yang kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang sudah ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupya di wilayah kerja puskesmas Rowosari Kota Semarang sebanyak 30 responden.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang yanag mempunyai pengetahuan baik, sebanyak 6 responden (20,0%), pengetahuan cukup, sebanyak 13 responden (43,3%) dan mempunyai resiliensi baik, sebanyak  16 responden (53,3%) dan sebagian kecil mempunyai kejadian resiliensi kurang baik, sebanyak 14 responden (46,7%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan resiliensi pada lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang dengan p value fisher exact 0,000 < 0,05

 

Kata kunci: pengetahuan,  lansia,  resiliensi.

 

KNOWLEDGE LEVEL OF ELDERLY RELATED TO  THE RESELIENCE AMONG ELDERLY AFTER THE DEATH OF  A SPOUSE

 

ABSTRACT

Resilience is the realm of personal social guidance to every individual who has difficultyor problems in his/her life and as well asto support he/she for free from psychopathology symptoms. In the stage of development of the elderly it is necessary to have resilience in order to adapt and survive in a situation that is unfortunate and / or unpleasant in life, especially for the elderly who have been left alone by their partner who had dead.  The purpose of the study: To determine the relationship between the level or degree of knowledge of the elderly with the resilience of the elderly who have been left by  their partner of spouses who dead in Rowosari Public Health CenterSemarang city,  2017. Type of research, I used quantitative research method by the Cross Sectional design. The population in this study is the elderly who have been left alone by his/her partner who dead in the work area of Rowosari Public Health Center, in Semarang City as many as 30 respondents. The result of the study, Elderly who have been left by his/her partner of spouses who dead in Rowosari Rowosari Public Health Center, Semarang city,  has a good knowledge as much as 6 respondents (20.0%), knowledge enough 13 respondents (43.3%) and have good resilience as many as 16 respondents (53 , 3%) and a small number had an incidence of poor resilience as many as 14 respondents (46.7%). There is a relationship between knowledge with resilience in elderly who have been left by his/her partner of spouses who dead in Rowosari Public Health Center,  Semarang city, with p value fisher exact 0,000 <0,05

 

Keywords: knowledge, resilienc, elderly


Keywords


pengetahuan, lansia, resiliensi

Full Text:

PDF

References


Ekowati Retno Carolina. 2008.Penyesuaian Diri Terhadap Hilangnya Pasangan Hidup Pada Lansia.

Glantz, M and Johnson, J. 2002. Resilience and development positive life adaptation. USA : Kluwer Academic,

Hidayanti Riska. 2015.Mekanisme Koping Pada Lansia Yang ditinggal Meninggal Pasangan Hidupnya Di Dusun Gayaman Kec Mojoanyar Kabupaten Mojokerto.

Putri, I Gusti Jayanti, 2015. Demografi Populasi lanjut usia Dunia Dan Indonesia. United Nation. [Online] [Cited: Juli senin, 2017.] Http://WWW.slideShereNotPre,.

Mandasari Puspita Susan. 2015.Perbedaan Loneliness Pada Pria Dan Wanita Usia Lanjut Setelah Mengalami kemeninggalan Pasangan Hidup

Maneerat . S, Isaramalai . S, & Boonyasopun .U. (2011). A Conceptual Structure of Resilience among Thai Elderly. International Journal of Behavioral Science Vol. 6, No. 1, 25 - 40

Notoadmodjo. (2003). Pendidikan dan perilaku Kesehatan . Jakarta: PT Rineka Cipta. www repository.umy.ac.id. Diakses pada 2016

Norman, E;. 2000. Resiliency enhancement: Putting the strength perspective into social work parctice. New York : Colombia University Press,

Reivich, K and Shatte, A. 2000. The resilience factor: 7 skilss for overcoming life's inevitable obstacles. New York : Random House Inc

Widowati Erlita Diah. 2016.Tingkat Resilensi usia Lanjut Dipanti Sosial Tresna Wrdha Abiyoso Sleman.. Yogyakarta : s.n.,

Wiwi Nur Asih, D. U. 2016. Strategi Koping pada Lansia yang ditinggal meninggal Pasangan Hidupnya.




DOI: https://doi.org/10.26714/jkj.7.2.2019.193-198

Refbacks

  • There are currently no refbacks.