Pengaruh Pemberian Air Rebusan Seledri Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Gogodalem Barat

Ni Nengah Mini Arie, Ummu Muntamah, Trimawati Trimawati

Abstract


Hipertensi atau yang sering disebut tekanan darah tinggi adalah tekanan darah peristen dimana tekanan
sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Seledri (Apium graveolens L)
merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit hipertensi. seledri memiliki
kandungan apigenin yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanan
darah tinggi. Selain itu, seledri juga mengandung flavonoid, vitamin C, apiin, kalsium, dan magnesium
yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini menggunakan experiment onegroup
pre-post tes design. Sampel yang diambil sebanyak 10 orang penderita hipertensi yang ada di
Dusun Gogodalem Barat dengan teknik pengambilan sampel yaitu secara simple random sampling.
Instrument pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sphygmomanometer air raksa,
stetoskop dan lembar tabulasi. Analisa data dilakukan dengan bantuan software SPSS dengan
menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan uji wilcoxon didapatkan nilai Z hitung untuk
tekanan darah sistole sebesar -2,911 dengan p-value sebesar 0,004. Oleh karena p-value 0,004 <  (0,05),
dan Z hitung untuk tekanan darah diastole sebesar -2,000 dengan p-value 0,046 . Oleh karena kedua pvalue
tersebut < α (0,05) maka Ho ditolak. Hal ini disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan
pemberian air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah baik sistole maupun diastole pada lansia
penderita hipertensi di Dusun Gogodalem Barat.


Keywords


Seledri; Tekanan darah Tinggi (Hipertensi); Lansia

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JKK | Jurnal Keperawatan Komunitas | ISSN : 2338-204X

Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang

Gedung NRC Lantai Dasar : Kampus Terpadu Unimus } Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang