Peningkatan Pengetahuan Program Pendewasaan Usia Perkawinan di Karang Taruna Angkatan Muda Salakan Bantul Yogyakarta

Intan Mutiara Putri, Luluk Rosida

Abstract


Desa Bangunjiwo terletak di bagian selatan kecamatan Kasihan Bantul Yogyakarta dengan jumlah remaja sebanyak 700 orang. Pernikahan remaja merupakan salah satu masalah yang marak terjadi saat ini. Berdasarkan data di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I angka persalinan remaja cukup tinggi dimana pada tahun 2016 terdapat 9 remaja bersalin diusia 18-19 tahun dan 15 remaja diusia 19-20 tahun. Informasi tersebut didukung dengan data dari KUA Kecamatan Kasihan pada tahun 2015-2016 menunjukkan peningkatan kejadian pernikahan remaja dengan status hamil, masing masing sebanyak 9 pasang pada tahun 2015 dan 14 pasang ditahun 2016. Rata-rata usia remaja yang menikah dengan kondisi hamil berusia dibawah 19 tahun. Pernikahan di usia remaja dapat berdampak pada segi fisik maupun biologis. Dusun Salakan merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Bangunjiwo yang memiliki organisasi remaja yaitu Karang taruna bernama Angkatan Muda Salakan “AMS”. Karang taruna AMS sebagai wadah perkumpulan remaja di dusun Salakan, merupakan peluang yang tepat sebagai sasaran dalam upaya peningkatan pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan anggota karang taruna dan komitmen bersama dalam mendukung program pendewasaan usia perkawinan. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dengan pemberian pendidikan kesehatan yaitu penyuluhan tentang program pendewasaan usia perkawinan dan pembuatan pakta integritas. Pelaksanaan kegiatan ini melalui empat tahapan antara lain : assesment, planning and development, implementation dan evaluation. Target luaran untuk meningkatkan pengetahuan anggota karang taruna tentang program pendewasaan usia perkawinan (PUP) dan adanya komitmen bersama antara anggota karang taruna yang tertuang dalam pakta integritas. Hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan anggota karang taruna sebelum kegiatan dengan sesudah kegiatan sebesar 60,6%. Adanya pakta integritas sebagai bentuk dukungan program pendewasaan usia perkawinan.

Keywords


Pelatihan; Remaja; Pendewasaan Usia Perkawinan;

Full Text:

PDF

References


BKKBN, 2002. Panduan Pembinaan Dan Pengembangan Pusat Informasi Dan Konsultan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta:

BKKBN. _______, 2006. Keluarga Berencana Dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: BKKBN.

Cenia, V. A. & Rosida, L., 2017. Persepsi Usia Menikah Ideal Dengan Jumlah.[Online] Available At: Http://Digilib.Unisayogya.Ac.Id/25 26/1/Aldala%20virgo%20cenia%20 naskah%20publikasi.Pdf [Accessed 12 Desember 2018].

Depkes, 2001. Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Depkes RI.

Lubis, D. &., 2012. Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Kehamilan Usia Dini Di Kota Denpasar. Jurnal Arc. Com. Health , 1(1), Pp. 63-66.

Mubasyaroh, 2016. Analisis Faktor Penyebab Pernikahan Dini Dan Dampaknya Bagi Pelakunya. Yudisia Stain Kudus, 7(2), Pp. 385-411.

Panjaitan, 2017. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pernikahan Dini Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Di SMA Negeri 4 Sintang. Jurnal Wawasan Kesehatan, 4(1).

Pemdes, B., 2013. Profile Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Bantul. [Online] Available At: Http://BangunjiwoBantul.Desa.Id/Index.Php/First/Artike l/32[Accessed 10 Desember 2018].

Putri, I. M. & Rosida, L., 2017. Pelatihan Kader Pembentukan Posyandu Remaja Di Dusun Ngentak Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta. Semarang, UNIMUS, Pp. 528-533.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.