Faktor yang Berhubungan dengan Lama Rawat Inap pada Balita dengan Diare Akut

Anita Alya Solehah(1*), Oky Rahma Prihandani(2), Kanti Ratnaningrum(3)


(1) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
(2) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
(3) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah utama pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berbagai faktor seperti status gizi, etiologi, gejala penyerta, derajat dehidrasi serta tatalaksana seperti pemberian probiotik memengaruhi proses penyembuhan pada balita dengan diare. Hal ini dapat memperpanjang lama rawat inap dan biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut.

Metode: Menggunakan pendekatan analitik cross sectional dengan teknik total sampling. Data berupa rekam medis pasien balita berusia 0-59 bulan dengan diare yang dirawat inap periode Januari-Desember 2024 di RSUD dr. Adhyatma. MPH dengan jumlah 97 sampel. Analisis hubungan menggunakan uji chi square.

Hasil: Usia tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,726), jenis kelamin tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,327), status gizi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,148), etiologi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,132), derajat dehidrasi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,055), pemberian probiotik tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,157), demam tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,920), mual tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,318), muntah tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,221), nyeri perut tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,726).

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, status gizi, etiologi, derajat dehidrasi, pemberian probiotik, dan gejala penyerta (demam, mual, muntah, dan nyeri perut) dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut


Keywords


Balita, diare akut, lama rawat inap, faktor risiko

Full Text:

PDF

References


UNICEF. Situasi anak di Indonesia: Tren, peluang, dan tantangan dalam memenuhi hak-hak anak. Unicef Indonesia. Jakarta; 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2021. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id. Jakarta; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia 2020. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id. Jakarta; 2021.

Ariani AP. Diare: Pencegahan & pengobatannya. Yogyakarta: Nuha Medika; 2016.

Kolopaking MS. Pendekatan dan Penatalaksanaan Diare Akut. In: Rani A, Simadibrata M, Syam AF, editors. Buku Ajar Gastroenterologi. Jakarta: Interna Publishing; 2011.

Farthing M, Salam MA, Lindberg G, Dite P, Khalif I, Salazar-Lindo E, et al. Acute diarrhea in adults and children: A global perspective. J Clin Gastroenterol. 2013;47(1):12–20.

Imanadhia A, Ranuh IRG, Nuswantoro D. Etiology based on clinical manifestation of acute diarrhea incidence of children hospitalized in Dr. Soetomo General Hospital Surabaya period 2011-2013. Biomol Heal Sci J. 2019;2(1):31.

Dahlan AR, Aminyoto M, Muhyi A. Faktor yang berhungan dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut di RSUD Abdoel Wahab Sjaharanie Surabaya. Maj Kesehat. 2022;9(4):214–24.

Indriyani DPR, Putra IGNS. Penanganan terkini diare pada anak: tinjauan pustaka. Intisari Sains Medis. 2020;11(2):928–32.

Nurmainah, Susanti R, Nansy E. Gambaran biaya dan lama rawat inap pada pasien diare akut anak yang menggunakan suplemen zink-probiotik. J Farm Indones. 2016;13(2):150–8.

Golubkova A, Hunter CJ. Development of the Neonatal Intestinal Barrier, Microbiome, and Susceptibility to NEC. Microorganisms. 2023;11(5).

Tourneur E, Chassin C. Neonatal immune adaptation of the gut and its role during infections. Clin Dev Immunol. 2013;2013.

Rohmah H, Hafsah T, Rakhmilla LE. Role of exclusive breastfeeding in preventing diarrhea. Althea Med J. 2015;2(1):78–81.

Bilah ANA, Dinana Z, Maharani AT, Fitria Lailatul A, Juniastuti, Athiyyah AF, et al. Epidemiology of rotavirus infection in children under five years in DR. Soetomo Hospital, Surabaya (2015-2019). J Berk Epidemiol. 2024;12(3):255–62.

Abdul-Mumin A, Ervin S, Halvorson EE. Clinical characteristics associated with increased resource utilization of hospitalized children under 5 years with acute gastroenteritis at a tertiary hospital in the northern region of Ghana: A retrospective study. Pan Afr Med J. 2019;33:1–10.

Poerwati E. Determinan lama rawat inap pasien balita dengan diare. J Kedokt Brawijaya. 2012;27(4):241–4.

Jarman AF, Long SE, Robertson SE, Nasrin S, Alam NH, McGregor AJ, et al. Sex and gender differences in acute pediatric diarrhea: A secondaru analysis of the DHAKA study. Ional J Comput Intell Syst. 2018;8(1–2):42–7.

Sunata MM, Suryawan IWB, Widiasa AAM. The relationship between nutritional status, severity of diarrhea, and length of stay among pediatric patients with diarrhea in Wangaya Regional General Hospital. Intisari Sains Medis. 2021;12(3):944–7.

Anitasari B, Sappe J. Faktor yang berhubungan dengan lama perawatan pasien diare. J Fenom Keseharan. 2019;2(1).

Pinto JM, Petrova A. Detection of acute gastroenteritis etiology in hospitalized young children: Associated Factors and outcomes. Hosp Pediatr. 2017;7(9):536–41.

Viswanathan VK, Hodges K, Hecht G. Enteric infection meets intestinal function: How bacterial pathogens cause diarrhoea. Nat Rev Microbiol. 2009;7(2):110–9.

Kopic S, Geibel JP. Toxin mediated diarrhea in the 21spi_supstspii_sup century: The pathophysiology of intestinal ion transport in the course of ETEC, V. Cholerae and rotavirus infection. Toxins (Basel). 2010;2(8):2132–57.

Strand TA, Sharma PR, Gjessing HK, Ulak M, Chandyo RK, Adhikari RK, et al. Risk factors for extended duration of acute diarrhea in young children. PLoS One. 2012;7(5):3–8.

Da Rocha MCGS, Carminate DLG, Tibiriçá SHC, De Carvalho IP, Da Rosa E Silva ML, Chebli JMF. Acute diarrhea in hospitalized children of the municipality of Juiz de Fora, MG, Brazil: Prevalence and risk factors associated with disease severity. Arq Gastroenterol. 2012;49(4):259–65.

Faruk T, Kamal M, Shahid AS, Shahunja KM, Ahmed MT, Karim IJ, et al. Death in severely malnourished hospitalized children presenting with diarrhea and vomiting. J Infect Dev Ctries. 2022;16(6):1075–80.

Suharto IPS, Yunalia EM, Haryuni S, Emiliana P, Rahardjo SA, Handayani W. Hubungan antara derajat dehidrasi dengan suhu tubuh pada anak dengan diare. Nurs Sci J. 2022;6(2):87–93.

Sukardi W, Parwata WSS, Wahab A, Soenarto Y. Diare Rotavirus di Mataram. Unram Med J. 2017;2(2):26–33.

Dirgahayu AMH, Kalew R, Bension JB. Derajat dehidrasi dan status gizi dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut. PAMERI Pattimura Med Rev. 2019;1(1):40–8.

Zhaqila Q, Ruspandi S, Wiedyaningsih C. The effect of zinc and probiotics supplements in children under 5 years old with diarrhea. Indones J Pharmacol Ther. 2024;5(1):134–43.

Hadiyanto ML, Wahyudi S. Probiotik sebagai Pencegahan Diare terkait Antibiotik pada Anak. Cermin Dunia Kedokt. 2022;49(4):219–22.


Article Metrics

Abstract view : 9 times
PDF - 3 times

DOI: https://doi.org/10.26714/medart.8.1.2026.9-18

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact

Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Semarang
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang, Indonesia
Email: [email protected]