Tipe Kepribadian dan Status Kesehatan Mental pada Kelompok Risiko Tinggi HIV/AIDS di Wilayah Kerja Puskesmas Ngemplak I

Michael Aaron Romulo(1), Wulandari Berliani Putri(2*)


(1) Puskesmas Ngemplak I, Sleman, Yogyakarta
(2) Puskesmas Ngemplak I, Sleman, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

 

Pendahuluan: Lelaki Suka Lelaki (LSL) dan transgender merupakan sebagian dari kelompok yang beresiko tinggi mendapatkan HIV/AIDS. Meningkatnya morbiditas dan mortalitas kasus HIV/AIDS di Indonesia harus diimbangi dengan upaya pencegahan dan pengenalan dini faktor yang berkontribusi. Pengenalan kepribadian dan status kesehatan mental kelompok resiko tinggi sedini mungkin dapat mencegah timbulnya perjalanan penyakit atau gangguan yang lebih serius seperti depresi dan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe kepribadian dan status kesehatan mental pada kelompok risiko tinggi HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak I.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan kuesioner Woodworth-Eysenck Inventory sebagai alat pengambilan data. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020 dengan teknik purposive sampling pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) komunitas resiko tinggi HIV/AIDS yang bekerjasama dengan Puskesmas Ngemplak I dalam program Voluntary Counselling and Testing (VCT).

Hasil: Data yang didapatkan dari 20 responden menunjukkan bahwa 18 responden merupakan LSL dan 2 responden merupakan transgender dari lelaki menjadi perempuan. Data dari tes woodworth didapatkan 25% dari responden cenderung obsessive compulsive, 50% memiliki kecenderungan schizoid, 35% cenderung paranoid, 55% cenderung depresi, 35% cenderung impulsif, 55% cenderung memiliki ketidakstabilan emosi, dan 25% cenderung antisosial. Data dari tes eysenck menunjukkan bahwa 40% dari responden memiliki kecenderungan neurotik atau gangguan kecemasan dan 65% cenderung memiliki kepribadian introvert.

Kesimpulan: Mayoritas tipe kepribadian dari komunitas LSL dan transgender adalah kepribadian introvert dan linier dengan kecenderungan depresi. Pengenalan tipe kepribadian dan status kesehatan mental sedini mungkin dapat bermanfaat untuk mencegah adanya perilaku yang beresiko tinggi terhadap suatu penyakit bahkan dapat mencegah terjadinya depresi berat hingga percobaan bunuh diri.


Keywords


kepribadian, introvert, status kesehatan mental, depresi, lelaki suka lelaki, homoseks, transgender, HIV/AIDS

Full Text:

PDF

References


World Health Organization. HIV data and statistics. 2020 Available from: URL: HIPERLINK: https://www.who.int/hiv/data/en/

UNAIDS. Global HIV & AIDS statistics – 2019 fact sheet. 2020 Available from: URL: HIPERLINK: https://www.unaids.org/en/resources/fact-sheet

Kementerian Kesehatan RI. Infodatin HIV AIDS;2020. Pusat Data dan Sistem Informasi Kementrian Kesehatan RI. Ditjen P2P (Sistem Informasi HIV/AIDS dan IMS (SIHA), Laporan Tahun 2019.

Hasnah, Alang S. Lesbian, gay, biseksual dan transgender (lgbt) versus kesehatan: studi etnografi. Jurnal Kesehatan. 2019;12(1): 63-72.

Al-Farisy AF. 2018. Kendala lgbt (lesbian, gay, biseksual, transgender) untuk beralih menjadi heteroseksual di yayasan gaya mahardhika kota surakarta. [Skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hartono A. Faktor risiko kejadian penyakit menular seksual (pms) pada komunitas gay mitra strategis perkumpulan keluarga berencana indonesia (PKBI) yogyakarta. Journal of Chemical Information and Modeling. 2013;15(9): 1689-1699.

Lothwell, LE, Libby N, Adelson, SL. Mental health care for lgbt youths. Focus. 2020 summer;18(3): 268-276.

Kim HJ, Fredriksen-Goldsen KI, Bryan AEB, Muraco A. Social network types and mental health among lgbt older adults. Gerontologist. 2017;57(Suppl 1): S84-S94.

Collins PY, Holman AR, Freeman MC, Patel V. What is the relevance of mental health to HIV/AIDS care and treatment programs in developing countries? A systematic review. AIDS. 2006 August 1;20(12): 1571-1582.

Rzeszutek M, Gruszczyńska E. Personality types and subjective well-being among people living with HIV: a latent profile analysis. Quality of Life Research. 2020;29: 57-67.

Pratiwi NA, Suwito D, Hikmayani NH. Hubungan antara penerimaan diri dan depresi pada komunitas gay di surakarta. Nexus Kedokt Komunitas. 2014;3(1): 92-101.

Remiena RH, Stirratt MJ, Nguyen N, Robbins RN, Pala AN, and Mellins. CA. Mental health and HIV/ AIDS: The need for an integrated response. AIDS. 2019; 33: 1411-1420.

Kemenkes. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Available from: URL: HIPERLINK: http://labdata.litbang.kemkes.go.id

Kana IMP, Nayoan CR, Limbu R. Gambaran perilaku pencegahan hiv dan aids pada lelaki suka lelaki (lsl) di kota kupang tahun 2014. Unnes Journal of Public Health. 2014;5(3): 252.

Wati EE, Lubis R, Rochadi RK. The effects of multiple sexual partners and condoms use on the incidence of hiv in men having sex with men. Journal of Health Promotion and Behavior. 2018;3(3): 150-154

Rokhmah D. Pola asuh dan pembentukan perilaku seksual berisiko terhadap hiv/aids pada waria. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015;11(1): 125

Manovia W. Perbedaan tingkat depresi berdasarkan tipe kepribadian ekstrovert dan introvert pada mahasiswa tingkat I fakultas kedokteran UNS. 2011. [Skripsi]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Hardisman, Firdawati, Sulrieni IN. Model determinan perilaku “lelaki seks lelaki” di kota padang, sumatera barat. Jurnal Kesehatan Andalas. 2018;7(3): 305.

American Psychological Association. APA Proposes deletion of sexual orientation diagnoses in ICD-10. 2011. Available from: URL: HIPERLINK: https://www.apa.org/pi/lgbt/resources/icd-10

Mundle G, Mahler L, Bhugra D. Homosexuality and mental health. International Review of Psychiatry. 2015; 27(5): 355-356.

Russell ST, Fish JN. Mental health in lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT) youth. Annual Review of Clinical Psychology. 2016;12: 465-487.

Sidjabat FN, Setyawan H, Sofro MAU, Hadisaputro S. Lelaki seks lelaki, HIV/AIDS dan perilaku seksualnya di semarang. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2017;8(2): 131-142.


Article Metrics

Abstract view : 240 times
PDF - 39 times

DOI: https://doi.org/10.26714/medart.3.1.2021.14-27

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Contact

Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Semarang
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang, Indonesia
Email: medica.arteriana@unimus.ac.id