Penerapan Permainan Tradisional untuk Mengurangi Screen Time dan Kecemasan Anak Usia Sekolah Dasar melalui Pendekatan Service Learning

Desi Desi(1), Michael Bezaleel(2*), Debora Natalia Sudjito(3), Rully Adi Nugroho(4), Novriest Umbu Walangara Nau(5), Desti Christian Cahyaningrum(6)


(1) Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia
(2) Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia
(3) Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia
(4) Program Studi Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia
(5) Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia
(6) Program Studi Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat meningkatkan durasi screen time dan berpotensi memicu masalah kecemasan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari program service-learning yang bertujuan menerapkan permainan tradisional untuk mengurangi screen time dan kecemasan pada anak usia 6–12 tahun di Dusun Kendal Samirono, Kecamatan Getasan. Kegiatan diikuti oleh 26 anak yang bermain permaianan tradisional. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan durasi screen time dan tingkat kecemasan anak sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan penurunan pada rerata durasi screen time serta tingkat kecemasan anak. Temuan ini menunjukkan permainan tradisional berpotensi menjadi alternatif kegiatan positif dalam mengurangi ketergantungan terhadap gadget dan mendukung kesehatan mental anak. Kegiatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dampaknya lebih optimal. Selain manfaat langsung bagi anak, kegiatan ini juga sebagai pembelajaran berbasis layanan bagi mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan mental anak, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan.

Keywords


Kecemasan Anak; Pengabdian Masyarakat; Permaianan Tradisional; Screen Time; Service Learning

References


American Academy of Pediatrics. (2016). Media use in school-aged children and adolescents. Pediatrics, 138(5), e20162592. https://doi.org/10.1542/peds.2016-2592

Domingues-Montanari, S. (2017). Clinical and psychological effects of excessive screen time on children. Journal of Paediatrics and Child Health, 53(4), 333–338. https://doi.org/10.1111/jpc.13462

Gray, P. (2013). Free to learn. Basic Books.

Iswinarti. (2017). Permainan tradisional sebagai media pengembangan kemampuan sosial anak. UMM Press.

Kacar, D., & Ayaz-Alkaya, S. (2022). The effect of traditional children's games on internet addiction, social skills and stress level. Archives of Psychiatric Nursing, 40, 50–55. https://doi.org/10.1016/j.apnu.2022.04.007

Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.

Langingi, N. L., Kondoj, C. S., & Kaparang, G. F. (2022). Waktu layar gawai dengan tingkat kecemasan anak. Journal of Telenursing (JOTING), 4(1), 384–392. https://doi.org/10.31539/joting.v4i1.2759

Oberle, E., & Schonert-Reichl, K. A. (2017). Social and emotional learning: Recent research and practical strategies. Early Education and Development, 28(3), 394–402. https://doi.org/10.1080/10409289.2017.1306827

Panksepp, J. (2011). The power of play: Affective neuroscience perspectives on play and human happiness. American Journal of Play, 3(3), 281–304.

Przybylski, A. K., & Weinstein, N. (2019). Digital screen time limits and young children’s psychological well-being: Evidence from a population-based study. Child Development, 90(1), e56–e65. https://doi.org/10.1111/cdev.13007

Radesky, J. S., Schumacher, J., & Zuckerman, B. (2020). Mobile and interactive media use by young children: The good, the bad, and the unknown. Pediatrics, 145(1), e20194058. https://doi.org/10.1542/peds.2019-4058

Salam, M., Awang Iskandar, D. N., Ibrahim, D. H. A., & Farooq, M. S. (2019). Service learning in higher education: A systematic review. Asia Pacific Education Review, 20, 573–593. https://doi.org/10.1007/s12564-019-09580-6

Tremblay, M. S., Carson, V., Chaput, J. P., et al. (2016). Canadian 24-hour movement guidelines for children and youth. Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, 41(6 Suppl. 3), S311–S327. https://doi.org/10.1139/apnm-2016-0151

Twenge, J. M., & Campbell, W. K. (2018). Associations between screen time and lower psychological well-being among children and adolescents: Evidence from a population-based study. Preventive Medicine Reports, 12, 271–283. https://doi.org/10.1016/j.pmedr.2018.10.003

World Health Organization. (2019). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age. World Health Organization.

World Health Organization. (2020). Guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.


Article Metrics

Abstract view : 11 times


DOI: https://doi.org/10.26714/sjpkm.v6i1.20912

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Lihat Statistik Saya

Universitas Muhammadiyah Semarang

Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC Universitas Muhammadiyah Semarang

Telepon: 02476740287
Faks: 02476740287
Email: [email protected]