Kecacingan sebagai Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Anak

Estianingsih Eka Pratiwi, Liena Sofiana

Abstract


Latar belakang. Anemia adalah kondisi dimana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal (<12gr%). Anemia tidak hanya disebabkan oleh defisiensi zat besi tetapi juga infeksi seperti malaria, kecacingan dan lain-lain. Cacing yang menempel pada dinding mukosa usus akan meyerap darah dan zat-zat gizi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan pada anak. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan infeksi kecacingan dengan kejadian anemia pada anak sekolah dasar. Metode. Jenis penelitian ini adalah Cross sectional, teknik pengambilan sampel adalah totality sampling dengan jumlah sampel 81 siswa. Pengambilan sampel dilakukan di SD Muhammadiyah Gendol IV, Sleman dan pemeriksaan feses dilakukan di Laboratorium Parasitologi Universitas Gadjah Mada menggunakan metode Kato-Katz serta pemeriksaan kadar Hb menggunakan metode Hb meter. Hasil. Dari 81 siswa yang diperiksa 5 siswa (6.17%) yang mengalami anemia dan positif kecacingan, siswa yang mengalami anemia dan negatif kecacingan sebanyak 22 siswa (27.16%), 4 siswa (4.94%) tidak mengalami anemia tetapi terinfeksi kecacingan, dan sisanya 50 siswa (61.73%) tidak mengalami anemia dan negatif kecacingan. Hasil uji Fisher exact menunjukkan nilai rasio prevalensi (RP) = 1.818. Kesimpulan.  Infeksi kecacingan berisiko 1.8 kali lebih besar terhadap kejadian anemia.


Keywords


Infeksi kecacingan, Anemia, Anak

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 667 times
PDF - 188 times

DOI: https://doi.org/10.26714/jkmi.14.2.2019.1-6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Creative Commons License
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.