FENOMENA PERGESERAN BUDAYA DENGAN TREND PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN SLEMAN D.I. YOGYAKARTA

yekti satriyandari

Abstract


Pernikahan merupakan ikatan suci yang menyatukan antara laki-laki dan perempuan. Yogyakarta memiliki angka yang tinggi kasus pernikahan dini. Adanya pergeseran budaya menjadi salah satu penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena pergeseran budaya dengan trend pernikahan dini.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan data indepht interview. Teknik pengambilan sampel purposive sampling.Populasi adalah seluruh pasangan usia subur yang ada di Kecamatan Godean yang menikah dini usia kurang dari 16 tahun untuk perempuan dan kurang dari 19 untuk laki-laki. Subyek penelitian ini Tenaga kesehatan 1, Petugas KUA 1, Tokoh Masyrakat 1, Orangtua yang  memiliki anak menikah dini 5, dan pasangan yang menikah dini 5.

Faktor remaja melakukan pernikahan dini diKecamatan Godean karena kehamilan tidak diinginkan dan saat ini fenomena pernikahan dini karena kehamilan tidak diinginkan bukan menjadi hal  tabu lagi di masyarakat meskipun itu adalah aib yang seharusnya di tutupi namun karena mengalami pergeseran budaya hal tersebut sudah menjadi fenomena biasa yang ada di masyarakat.

Pasangan yang menikah dini kurang memiliki kesiapan fisik, sosial, psikologis dan spiritual. Pasangan yang menikah dini tidak dapat melanjutkan pendidikan sehingga sulit mendapatkan pekerjaan yang menimbulkan masalah keuangan dalam rumah tangga. Dampak lain kurangnya keharmonisan dalam keluarga. Dalam mengatasi hal tersebut Puskesmas dan KUA mengadakan program khusus bagi calon penganten yaitu pembinaan pra nikah dan adanya kerjasama lintas sektoral.

 


Keywords


Fenomena; Budaya; Trend; Pernikahan Dini

Full Text:

PDF

References


Ahmad. 2009. Pencegahan Pernikahan Usia Dini (http//alfiyah23.student.umm.ac.id.) di akses tanggal 20 Maret 2017

BKKBN. 2014. Kesiapan Kehamilan. Hindari Kawin Muda AgarHidup Bahagia(http://www.BKKBN.co.id) di akses tanggal 20 Maret 2017

Caragih. (2013).KarakteristikSosial Secara Umum. https://www.trendilmu.com/2015/06/pengertian-karakteristik-secara-umum.html. Diakses pada tanggal 01 Agustus 2017.

Chandra-Mouli, V., Camacho, A.V., Michaud, P. 2013. WHO Guidelines on Preventing Early Pregnancy and Poor Reproductive Outcomes Among Adolescents in Developing Countries. Journal of Adolescent Health. 52: 517-522.

Guilbert, N.2013. Early Marriage, Women Empowerment And Child Mortality:Married Too Young To Be A Good Mother Psl, Université Paris-Dauphine, Leda, Umr Dial, 75016 Paris, France Ird, Umr Dial, 75010 Paris

Mehra, D., Archana.S., Priyanka. S., Jagannath. B., Sunil. M. 2018. Effectiveness of A Community Based Intervention to Delay Early Marriage, Early Pregnancy and Improve School Retention among Adolescent in India. BMC Public Health 18:732

Purnomo. 2013. Dampak Perkawinan Usia Dini terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga.Thesis. Diakses tanggal 24 Maret 2017

Purwaningsih, E., & Setyaningsih, R. T. 2014. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Pernikahan Usia Dini Di Desa Jambu Kidul, Ceper, Klaten. Jurnal Involsi Kebidanan. 4. 1- 12. Januari 2014. http://ejournal. stikesmukla.ac.id/index.php/involusi/article/view/43diakses 25 Mei 2017.

Roumali. (2012). Dampak Pernikahan DiniDi Indonesia. Dalam https://journal.ugm.ac.id/jurnalpemuda/article/viewFile/32033/19357. Diakses Tanggal 28 November 2017.

Santhya,K.G. 2011. Early Marriage and Sexual and Reproductive Health Vulnerable Women: A Synthesis of Recent Evidence from Developing Countries. Current Opinion in Obstetrics Gynecology. 23(5):334-339. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21836504

Sari, F., dan Sunarti, E. (2013). Kesiapan Menikah pada Dewasa Muda dan Pengaruhnya Terhadap Usia Menikah. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. Vol. 6, No. 3., P: 143-153. http://journal.ipb.ac.id/index.php/jikk/article/viewFile/9982/7804. Diakses pada tanggal 18 November 2017 pukul 21.00 WIB.

Suparman. (2011). Perbedaan Gender. Dalam https://www.google.co.id/search?q=Suparman.+(2011).+Perbedaan+Gender&oq=Suparman.+(2011).+Perbedaan+Gender&aqs=chrome..69i57.719j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8Diakses Tanggal 30 Maret 2018

Undang Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Surabaya: Penerbit Karya Anda.

UNICEF Indonesia. 2016. Kemajuan yang Tertunda: Analisis Data Perkawinan Usia Anakdi Indonesia. Badan Pusat Statistik: Jakarta

Wisnuwardhani, D., & Sri F. M. (2012). Hubungan Interpersonal. Jakarta: Salemba Humanika

Whitton SW, Olmos-Gallo PA, Stanley SM, Prado LM, Kline GH, St. Peters M, et al. Depressive symptoms in early marriage: Predictions from relationship confidence and negative marital interaction. Journal of Family Psychology. 2007;21:297–306.




DOI: https://doi.org/10.26714/jk.8.2.2019.105-114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kebidanan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

JURNAL KEBIDANAN

Program Studi Kebidanan
Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Semarang, Indonesia
NRC Building, 2nd FLoor
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang
Tlp. +6224-76740288, Fax. +6224-76740287

Send Mail

 

Creative Commons License
Jurnal Kebidanan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.