Pendidikan kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pemeliharaan organ kesehatan reproduksi pada siswa tunagrahita dan autisme

Yuliyanik Yuliyanik(1*)


(1) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Pendahuluan: Pendidikan kesehatan khususnya pendidikan kesehatan reproduksi memiliki peran yang sangat penting dalam membantu remaja penyandang disabilitas dalam pemeliharaan kesehatan reproduksinya. Pada remaja dengan disabilitas (tunagrahita dan autisme), mereka kurang tanggap bahkan tidak mengetahui bagaimana menjaga kesehatan reproduksinya terutama kesehatan organ reproduksinya. Remaja dengan disabilitas perlu ketlatenan dalam memberikan informasi tersebut, harus terus menerus dan sesuai dengan pemahaman mereka. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan oleh semua remaja baik itu remaja normal maupun remaja dengan disabilitas. Metode: Jenis penelitian ini dengan observasi pretest-posttest. Teknik yang dipakai total sampling. Analisa data menggunakan SPSS 16 dengan uji Wilcoxon.  Hasil: Uji statistik menunjukkan hasil p value = 0,000, nilai tersebut lebih kecil dari nilai taraf signifikansi yang digunakan yaitu 5% atau 0.05, ini berarti bahwa ada pengaruh antara pendidikan kesehatan reproduksi dengan pengetahuan kesehatan organ reproduksi pada siswa tunagrahita dan autisme. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan reproduksi berpengaruh terhadap pengetahuan kesehatan organ reproduksi pada siswa tunagrahita dan autisme.


Keywords


kesehatan reproduksi; tunagrahita; autism

Full Text:

PDF

References


Addlakha, R., Price, J., & Heidari, S. (2017). Disability and sexuality: Claiming sexual and reproductive rights. Reproductive Health Matters, 25(50), 4–9.

Altundağ, S., & Çalbayram, N. Ç. (2016). Teaching menstrual care skills to intellectually disabled female students. Molecular Ecology, 25(13–14), 1962–1968.

Ariantini, N. S., Kurniati, D. P. Y., & Duarsa, D. P. (2017). Needs for sexual and reproductive health education for students with hearing impairment in Buleleng District, Bali Province. Public Health and Preventive Medicine Archive, 5(2), 101.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Chou, Y. C., & Lu, Z. Y. J. (2012). Caring for a daughter with intellectual disabilities in managing menstruation: A mother’s perspective. Journal of Intellectual and Developmental Disability, 37(1), 1–10.

Dahlan, M. (2001). Statistik. PT Arkans.

Daniswari, H., Hapsari, E. D., & Lismidiati, W. (2017). Gambaran Pengalaman Remaja Putri Berkebutuhan Khusus Dalam Menghadapi Menstruasi. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 1(1), 52-64.

DeBeaudrap, P., Mouté, C., Pasquier, E., Mac-Seing, M., Mukangwije, P. U., & Beninguisse, G. (2019). Disability and access to sexual and reproductive health services in Cameroon: A mediation analysis of the role of socioeconomic factors. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(3), 4–10.

Farakhiyah, R., Raharjo, S. T., & Apsari, N. C. (2018). Perilaku Seksual Remaja Dengan Disabilitas Mental. Share : Social Work Journal, 8(1), 114.

Ghazali, P. (2009). Pengembangan Buklet Sebagai Media Pendidikan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Cacat Netra. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 1(1), 38–44.

Haryono, T. J. S., Kinasih, S. E., & Mas’udah, S. (2013). Akses dan Informasi Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas Dalam Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 26(2), 65–79.

Jaja, S. (2014). Bentuk Dan Metode Terapi Terhadap Anak Autisme Akibat Bentukan Perilaku Sosial. Jurnal Edueksos, III(1), 119–133.

Kementrian Kesehatan RI. (2017). Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi Penyandang Disabilitas Usia Dewasa.

Lee, K., Devine, A., Marco, M. J., Zayas, J., Gill-Atkinson, L., & Vaughan, C. (2015). Sexual and reproductive health services for women with disability: A qualitative study with service providers in the Philippines. BMC Women’s Health, 15(1), 1–11.

Mardan, I. A., & Suarnianti. (2014). Gambaran Pengetahuan Sikap dan Perilaku Penyandang Distabilitas Tubuh Mengenai Kesehatan Reproduksi di Panti Sosial Bina Daksa Wirajaya (PSBD) Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 4(2), 189–195.

Notoadmojo, S. (2012a). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Notoadmojo, S. (2012b). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Nugraheni, S. (2012). Menguak Belantara Autisme. In Buletin Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (Vol. 20, Issue nO.1-2, pp. 9–17). Universitas Gajah Mada.

Pakasi, D. T., & Kartikawati, R. (2013). Between Needs and Taboos: Sexuality and Reproductive Health Education for High School Students. Makara Journal of Health Research, 17(2), 79–87.

Quint, E. H., & O’Brien, R. F. (2016). Menstrual management for adolescents with disabilities. Pediatrics, 138(1), 1–11.

Ramawati, D., Allenidekania, A., & Besral, B. (2012). Kemampuan Perawatan Diri Anak Tuna Grahita Berdasarkan Faktor Eksternal dan Internal Anak. Jurnal Keperawatan Indonesia, 15(2), 89–96.

Rokhmah, I., & Warsiti. (2015). Identifikasi Kebutuhan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja Perempuan Difabel (Tuna Grahita). Kebidanan UNIMUS, 4(1), 39–49.

Sari, M. M. (2018). Gambaran Pengetahuan Orangtua Siswa Tunagrahita Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Tunagrahita Di Slb C Tri Asih Jakarta. Hearty, 6(1).


Article Metrics

Abstract view : 34 times
PDF - 1 times

DOI: https://doi.org/10.26714/jk.10.1.2021.69-74

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Kebidanan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.



JURNAL KEBIDANAN

Program Studi Kebidanan
Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Semarang, Indonesia
NRC Building, 2nd FLoor
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang
Tlp. +6224-76740288, Fax. +6224-76740287