Hubungan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan dengan Hasil Pengobatan pada Penderita Tuberkulosis Paru di BKPM Kota Semarang Periode Juli 2010 – Desember 2010

Yosyana Eka Silvia Pratiwi, Pasijan Rachmatullah, Andra Novitasari

Abstract


Latar belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Keterlambatan diagnosis dan ketidakpatuhan dalam pengobatan mempunyai dampak yang besar karena penderita akan menularkan penyakitnya pada lingkungan, sehingga penderita TB bertambah. Salah satu faktor keberhasilan dalam mengobati TB Paru adalah dengan patuh dalam menjalani pengobatan selama waktu yang ditentukan.Tujuan : Mengetahui hubungan kepatuhan dalam menjalani pengobatan dengan hasil pengobatan pada penderita tuberkulosis paru di BKPM kota Semarang.Metode : Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Besar  sampel sebanyak 44 sampel dan sebagai responden adalah penderita TB Paru di BKPM Kota Semarang. Data untuk penelitian diambil dari rekam medik dan wawancara. Data yang dikumpulkan mengenai kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan hasil pengobatan. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Seluruh pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 18.00 For Windows dengan tingkat kemaknaan (α) yang dipergunakan yaitu a < 0,05.Hasil : Dari 44 orang, ada 36 orang (90%) responden yang patuh dalam menjalani pengobatan dan pada hasil pengobatan dinyatakan sembuh, ada 4 orang (10%) responden yang patuh dalam menjalani pengobatan dan pada hasil pengobatan dinyatakan tidak sembuh, kemudian ada 4 orang (100%) responden yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan dan pada hasil pengobatan dinyatakan tidak sembuh serta tidak ada satupun responden yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan dan pada hasil pengobatan dinyatakan sembuh. Dari hasil uji korelasi chi-square didapatkan nilai p value = 0,001 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan hasil pengobatan (p = 0,001 atau p < 0,05).Kesimpulan : ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan dalam menjalani pengobatan dengan hasil pengobatan. Bila patuh dalam menjalani pengobatan pada hasil pengobatan bisa dinyatakan sembuh sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sedangkan bila tidak patuh dalam menjalani pengobatan pada hasil pengobatan dinyatakan tidak sembuh.

Kata kunci : kepatuhan pengobatan, hasil pengobatan

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang

Jl. Wonodri Sendang Raya No. 2A Semarang, Jawa Tengah, Indonesia : Telp. +62 24 841 5 764 | email: fk.unimus@gmail.com , fk@unimus.ac.id