KADAR KOLESTEROL DARAH PADA PENDERITA OBESITAS DI KELURAHAN KORPRI SAMBIROTO SEMARANG

Andri Sukeksi, Herlisa Anggraini

Abstract


Penderita obesitas mengalami penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Penyebab terjadinya obesitas biasanya disebabkan karena pola makan yang abnormal yaitu makan dalam jumlah sangat banyak dan makan di malam hari.. Penderita obesitas mengalami peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh (Hiperkolesterolemia).  Tujuan dari penelitian adalah mengukur nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukan kriteria obesitas, mengukur kadar kolesterol pada penderita obesitas dan mengetahui pengaruh obesitas terhadap kadar kolesterol. Jenis penelitian  adalah deskriptif , populasi penelitian adalah seluruh penderita obesitas di perumahan korpri Kelurahan Sambiroto Semarang. Sampel penelitian adalah  penderita obesitas di RW 8 Kelurahan sambiroto Semarang yang diambil secara total populasi. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh langsung di lapangan dengan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol darah. Hasil penelitian adalah dari sampel yang telah dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol  didapat hasil  kadar kolesterol terendah 156,4 mg/dl, kadar kolesterol tertinggi 256,8 mg/dl, kadar kolesterol rata-rata 197,4 mg/dl. Dari hasil yang diperoleh berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) bahwa penderita obesitas tidak selalu kadar kolesterolnya tinggi. Karena kolesterol tidak selalu dipengaruhi oleh obesitas, tapi lebih dipengaruh pada konsumsi makanan yang mengandung kolesterol. Seperti mengkonsumsi daging, jerohan, dan telur yang dapat meningkatkan kenaikan kadar kolesterol dalam darah, karena di dalam makanan daging, jerohan, dan telur terdapat kandungan kolesterol yang cukup tinggi.

Kata kunci : obesitas, kadar kolesterol


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


UNIMUS | Universitas Muhammadiyah Semarang
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang

email:Info@unimus.ac.id  http://unimus.ac.id