PENILAIAN KOMPETENSI SISWA ABAD 21

Eny Winaryati

Abstract


Kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian merupakan tiga komponen penting dalam pembelajaran.  Ketiga komponen tersebut saling berkaitan antara satu dan yang lainnya. Kurikulum merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional yang menjadi landasan program
pembelajaran.  Proses pembelajaran merupakan upaya untuk mencapai kompetensi yang dirumuskan dalam kurikulum.  Penilaian adalah rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar  siswa yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan sehingga dapat menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian juga
digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan proses pembelajaran, sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan
keputusan, misalnya apakah proses pembelajaran sudah baik dan dapat
dilanjutkan atau perlu perbaikan dan penyempurnaan.  Oleh sebab itu di samping kurikulum dan proses pembelajaran yang benar, juga perlu ada sistem penilaian yang baik dan terencana. Agar dapat melakukan
penilaian yang mencakup semua ranah atau aspek yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap, sangat diperlukan informasi yang memadai terkait dengan cara-cara penilaian tersebut.
Ciri-ciri abad 21, akan menghasilkan karakter pembelajaran abad 21, dan berdampak penilaian abad 21. Ciri yang paling mencolok pada abad 21 adalah, adanya multitasking, multimedia, online social networking, online infor searching, gameonline. Ciri-ciri di atas telah dimiliki kebanyak manusia yang hidup di abad 21 ini, tidak terkecuali adalah anak muda atau generasi muda. Hal ini juga membawa konten abad 21 mencakup keterampilan belajar dan berpikir, literasi TIK dan keterampilan hidup. Dunia pendidikan melalui pembelajaran harus
mengikuti perkembangan ini. Implementasi pembelajaran abad 21 tidak lepas diikuti penilaian abad 21. Realita ini menuntut guru untuk dapat mengkreasi pembelajarannya yang lebih bertumpu pada aktivitas/kreativitas/keterampilan. Keteramplian merupakan jenjang paling tinggi, setelah mengetahui, memahami, melaksanakan, menjadi kebiasaan, dan akan memiliki keterampilan. Hal inilah yang menjadi alasan, mengapa penilaian abad 21 di banyak literature lebih banyak ditulis PENILAIAN KETERAMPILAN ABAD 21.Semua orang harus memiliki kepekaan terhadap perubahan terkait teknologi dan meningkatnya konektivitas, yang pada akhirnya harus ada perubahan pada pendidikan. Siswa diharuskan memiliki kesiapan menghadapi perubahan social,
teknologi dan tuntutan ekonomi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


UNIMUS | Universitas Muhammadiyah Semarang
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang

email:Info@unimus.ac.id  http://unimus.ac.id