ANALISIS KEKUATAN TARIK PADA SAMBUNGAN ALUMINIUM DAN TEMBAGA YANG DISAMBUNG DENGAN LAS GESEK UNTUK KONEKTOR ELEKTRIKAL

Poedji Haryanto, Adhy Purnomo, Carli Carli

Abstract


Pengelasan gesek (friction welding, FW) proses penyambungan terjadi akibat panas yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua bagian logam yang disambung. Keduabagianlogam yang akan disambung disatukan dibawah pengaruh tekanan aksial, kemudian salah satu diputar sehingga pada permukaan kontakakan timbul panas (mendekati titik cair logam), maka setelah putaran dihentikan akan terbentuk sambungan logam. Keuntungan pengelasan gesek dapat menyambung dua bahan yang berbeda   (dissimilar   metal).   Tembaga   (Cu)   dan   aluminium   (Al) merupakan bahan yang akan disambung pada penelitian ini. Dua metoda penyambungan  dengan  proses  las  gesek,  yaitu  penyambungan  yang secara langsung dan penyambungan dengan menusuk (Shock). Penyambungan dengan cara menusuk merupakan proses penyambungan Cu dan Al untuk mendapatkan kekuatan sambungan yang lebih besar. Metoda  yang  telah  dilakukan  peneliti  dengan  kontak  langsung  pada kedua permukaan bahan uji. Penelitian ini tentang penyambungan bahan aluminium dengan tembaga, sambungan Al dan   Cu digunakan untuk komponen eletrikal. Proses penyambungan anatara Al dan Cu dalam penelitian ini dengan metoda penyambungan tusuk (shock) untuk mendapatkan sambungan yang lebih kuat dibandingkan dengan sambungan kontak permukaan.Bahan uji Cu dengan Ø 12 mm, diameter tusuk Ø 8 mm dan bahan Al dengan Ø 12 mm. Proses penyambungan dengan mertode friction welding, waktu yang digunakan dalam proses penyambungan 15 detik dan 20 detik. Kapasitas mesin yang digunakan 2,2 kWatt, putaran 1400 RPM dan tekanan hydraulik 25 bar.

Kata kunci: Las gesek, Kontak langsung, Sambungan shock, Tembaga, Aluminium

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


UNIMUS | Universitas Muhammadiyah Semarang
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang

email:Info@unimus.ac.id  http://unimus.ac.id