USIA MENARCHE, INDEKS MASA TUBUH, FREKUENSI KONSUMSI, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA PADA SISWI SLTP DI PINGGIR DAN PUSAT KOTA, KOTA SEMARANG

Rahayu Astuti1, Erma Handarsari

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan usia menarche, indeks masa tubuh, frekuensi konsumsi bahan makanan dan status sosial ekonomi orang tua pada siswi SLTP di pinggir dan tengah/ pusat kota, Kota Semarang. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian survey,  jenis penelitian  Explanatory Research dan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di  kota Semarang, pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di pinggir dan di tengah (pusat) kota. Populasi adalah seluruh siswi SLTP di kota Semarang. Metode pengambilan sampel adalah “Cluster Random Sampling”. Diambil secara “random” dua SLTP yang terletak di pusat kota Semarang dan dua SLTP yang terletak di pinggir kota Semarang. Besar sampel dihitung berdasarkan rumus besar sampel minimal. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 180 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, uji beda dilakukan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian siswi yang berasal dari sekolah di pinggir kota yang sudah menstruasi sebanyak 66 orang (73,3 %), di pusat kota sebanyak 74 siswi (82,2 %). Rata-rata usia menarche pada siswi sekolah di pinggir kota (12,1 tahun) dan di pusat kota (11,6 tahun) ; Rata-rata indeks masa tubuh pada siswi di pinggir kota (18,1 kg/m2) dan di pusat kota (20,3 kg/m2).  Uang jajan di sekolah pada siswi sekolah pinggir kota rata-rata per hari adalah Rp 3.088,-, di pusat kota Rp 5.157,-. Rata-rata uang jajan di luar sekolah per hari pada siswi di pusat kota lebih tinggi yaitu Rp 7.241,-, di pinggir kota Rp 2.565,-. Rata-rata pendapatan keluarga per kapita per bulan pada siswi di pinggir kota (Rp 349.875,-/kapita/bulan) dan di pusat kota (Rp 806.926,-/kapita/bulan). Kesimpulan, Ada perbedaan yang bermakna rata-rata usia menarche pada siswi sekolah di pinggir kota  (p=0,009); rata indeks masa tubuh; rata-rata frekuensi konsumsi daging ayam, daging sapi, daging kambing (masing-masing p=0,000), ikan segar dan udang (p=0,023), ikan asin (p=0,010), ikan olahan (pindang, asap, ikan kaleng) (p=0,001) dan susu (p=0,000) pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota. Ada perbedaan yang bermakna rata-rata uang jajan di sekolah dan rata-rata uang jajan di luar sekolah; pendidikan bapak, dan pendidkan ibu; pekerjaan bapak dan pekerjaan ibu ; rata-rata pendapatan keluarga per kapita per bulan pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota (masing-masing p=0,000). Tidak ada perbedaan kesukaan berolah raga pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota (p= 0,126). Ada perbedaan yang bermakna pernah tidaknya siswi dalam melihat tayangan/bacaan dewasa pada siswi di pinggir kota dan di pusat kota (p=0,000).

Kata kunci: usia menarche, indeks masa tubuh, frekuensi konsumsi, sosial ekonomi, pusat dan pinggir kota

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


UNIMUS | Universitas Muhammadiyah Semarang
Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang

email:Info@unimus.ac.id  http://unimus.ac.id