AKTIVITAS NEFROPROTEKTIF EKSTRAK METANOL BUAH LAKUM (Cayratia trifolia (L.) Domin) TERHADAP INDUKSI PARASETAMOL

Edi Kurniadi, Diah Wulandari Rousdy, Ari Hepi Yanti

Abstract


Parasetamol merupakan obat yang umum digunakan sebagai antipiretik dan analgesik tetapi dapat bersifat nefrotoksik apabila digunakan secara berlebih (overdosis). Buah lakum (Cayratia trifolia [L.] Domin) diketahui dapat digunakan sebagai nefroprotektif akibat parasetamol karena mengandung senyawa metabolit sekunder yang bersifat antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis optimal ekstrak metanol buah lakum (C. trifolia [L.] Domin) yang mampu meregenerasi nefron pada mikroanatomi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi parasetamol. Rancangan penelitian pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terbagi menjadi tujuh kelompok perlakuan, yaitu kontrol normal (akuabides), kontrol negatif (parasetamol), kontrol positif (obat HEPA-Q), kontrol pelarut (CMC 0,5%) dan kelompok ekstrak (115 mg/200 g BB tikus, 230 mg/200 g BB tikus dan 345 mg/200 g BB tikus). Hasil penelitian ini adalah ekstrak buah lakum dosis 230 mg/200 g BB tikus memiliki kemampuan regenerasi nefron yang optimal dengan rerata kerusakan glomerulus dan tubulus masing-masing 1,6 ± 0,54 dan 1,4 ± 0,44. Struktur mikroanatomi ginjal tikus pada kelompok ekstrak buah lakum dosis 230 mg/200 g BB tikus memiliki struktur yang tidak berbeda dengan kelompok positif.

Keywords


antioksidan, buah lakum (Cayratia trifolia (L) Domin), nefroprotektif, parasetamol

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Statistik Pengunjung

web
counter

Creative Commons License
This work is licensed under a

Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.