GAMBARAN LEUKOSIT DAN PROTEIN URIN PADA PENDERITA GEJALA INFEKSI SALURAN KEMIH

Arista Kurniasari Budi Fristiani(1*), Herlisa Anggraini(2)


(1) Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medik Universitas Muhammadiyah Semarang
(2) Program Studi D3 Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat yang digunakan sebagai pemeriksaan skrining awal infeksi yang memerlukan diagnosis yang cepat dan tepat yang diperlukan untuk memberikan pengobatan yang tepat dan efisien. Inflamasi atau peradangan dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, debris, dll yang bersifat patogen. Gejala bervariasi sesuai dengan jenis infeksi atau resistensi pasien. Leukosit yang berperan sebagai pertahanan terhadap antigen akan menuju ke tempat inflamasi dan menghasilkan beberapa produk dari leukosit sebagai gambaran inflamasi melalui sedimen urin. Proteinuria atau peningkatan kadar protein urin terjadi karena peningkatan dari permeabilitas glomerulus ginjal dan tubular terjadi hambatan pada tubular dalam proses reabsorpsi protein sehingga protein yang seharusnya tertahan di dalam glomerulus bersama sel darah merah dapat terdeteksi di urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah leukosit urin dan protein urin pada penderita dengan gejala ISK di Semarang Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan kriteria pasien dengan gejala ISK sebanyak 40 orang dengan menggunakan control negative responden tanpa gejala isk, dengan sampel urin sewaktu Pemeriksaan hitung leukosit metode mikroskpis dan protein urin metode kovensional, data hasil yang diperoleh kemudian di tabulasikan dan dilakukan analisa data.  Hasil yang diperoleh 60% responden dengan protein urin positif 47,5% orang dengan leukosit 1-10sel/LP dan 15% dengan 10-50 sel/LP. Kesimpulannya, Protein urin terdeteksi dengan adanya peningkatan aktifitas fisik yang secara tidak langsung mempengaruhi sistem kerja glomerulus, dan leukosit urin meningkat menandakan adanya keadaan infeksi ataupun inflamasi pada organ saluran urinaria.


Keywords


Urin, Leukosituria, Mikroskopis, ISK

Full Text:

PDF

References


Hermiyanti. 2016. Faktor Resiko Infeksi Saluran Kemih di Bagian Rawat Inap RSU Mokopido Tolitoli Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Tadulako. Vol 2, No 2,, Juli 2016 : 1-72

Poloni JAT, Rotta LN. 2020. Urine Sediment Findings and the Immune Response to Pathologies in Fungal Urinary Tract Infections Caused by Candida spp. J Fungi (Basel). 2020 Oct 23;6(4):245. doi: 10.3390/jof6040245.PMID: 33114117

Fox S, Leitch A, Haslett C, Rossi A. 2010. Neutrophil apoptosis: relevance to the innate immune response and inflammatory disease. J Innate Immun, 2:216-27

Lowsby R, Gomes C, Jarman I, Lisboa P, Nee PA, Vardhan M, et al. 2018 . Neutrophil to lymphocyte count ratio as an early indicator of blood stream infections in the emergency department. Emerg Med J.;32:531-4.

D. Saraswati, M. Martini, and L. D. Saraswati. 2018. Gambaran Leukosiuria Tanda Infeksi Saluran Kemih pada (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep). Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), vol.6, no.1, pp. 225-235,Jan.2018. doi: https://doi.org/10.14710/jkm.v6i1.19873

Kauffman, Carol A. 2013. Diagnosis and Management of FungalUrinary Tract Infection. NIH Nattion Library of Medicine.,28(1):61-74. Doi:10.1016/j.idc.201309.004

Cho, E. J. et al. 2018. The efcient workfow to decrease the manual microscopic examination of urine sediment using on-screen review of images., Clin. Biochem. 56, 70–74

Enko D, Stelzer I, Böckl M, Derler B, Schnedl WJ, Anderssohn P, Meinitzer A, Herrmann M. 2019. Comparison of the diagnostic performance of two automated urine sediment analyzers with manual phase-contrast microscopy.Clin Chem Lab Med. 28;58(2):268-273. doi: 10.1515/cclm-2019-0919

Corey Cavanaugh and Mark A. Perazella. 2018. Urine Sediment Examination in the Diagnosisand Management of Kidney Disease: Core Curriculum 2019323. American Journal of KidneyDisease.Core Curriculum Vol 73 Issue 2, P258-272.DOI:https://doi.org/10.1053/j.ajkd.2018.07.012

Cho Jooyoung, etc. 2019. Comparison of Five Automated Urine Sediment Analyzers with manual Microscopy for a Acurate Identification of Urine Sediment. ClinChemLabMed.2019 Oct 25;57(11):1744-1753. Doi: 10.1515/cclm-2019-0211. PMID: 31280239

Lulu N Jumaydha, Youla Assa, Yanti M. Mewo. 2016. Gambaran kadar protein dalam urin pada pekerja bangunan. Jurnal e-Biomedik (eBm), Volume 4, Nomor 2, Juli-Desember 2016


Article Metrics

Abstract view : 413 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.26714/jlabmed.6.2.2022.29-32

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Arista Kurniasari Budi Fristiani, Arista Kurniasari Budi Fristiani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats
Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Universitas Muhammadiyah Semarang

Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung Laboratorium Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang

Phone: 02476740295
Email: jlabmed@unimus.ac.id