HUBUNGAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN SIKAP ILMIAH MELALUI MODEL INKUIRI DITINJAU DARI DOMAIN KOGNITIF

Meidini Martiningsih, Risya Pramana Situmorang, Susanti Pudji Hastuti

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui seberapa besar hubungan antara KGS dengan sikap ilmiah melalui model inkuiri ditinjau dari domain kognitif. 2) mengetahui seberapa besar hubungan antara KGS dengan sikap ilmiah melalui model konvensional ditinjau dari domain kognitif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 4 SMA Negeri 1 Bringin berjumlah 62 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dan non tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, angket dan soal tes. Uji hipotesis korelasional menggunakan data hasil observasi sikap ilmiah dan KGS. Analisis data  melalui uji analisis regresi linier berganda dengan kriteria Pearson. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) hubungan KGS dengan sikap ilmiah melalui model inkuiri ditinjau dari domain kognitif adalah 0,943** artinya memiliki hubungan yang sangat kuat. 2) hubungan KGS dengan sikap ilmiah melalui model konvensional ditinjau dari domain kognitif adalah 0,883** artinya memiliki hubungan yang sangat kuat.

  •  

Keywords


Keterampilan Generik Sains, Sikap Ilmiah, Inkuiri, Sistem Gerak Manusia

Full Text:

PDF

References


Aksari, Y. D. (2012). Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Guide Inkuiri di SMP Negeri 26 Surakarta Kelas VII-B tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi, FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Al-Tabany, T.I.B. (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenamedia Group. hal 86-87.

Astuti, E.K. (2014).Analisis Korelasi Antara Sikap Ilmiah dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII, SMP 4 Bengkulu pada Pembelajaran IPA Biologi dengan Model Siklus Belajar 5E. Skripsi, FKIP Universitas Bengkulu.

Brotosiwoyo, B.S. (2001). Hakikat Pembelajaran MIPA dan Kiat Pembelajaran Fisika di Perguruan Tinggi. Dalam Agustianingsih, W., Sarwanto, & Suparmi. (2014). Pengembangan Instruksi Praktikum Berbasis Keterampilan Generik Sains pada Pembelajaran Fisika Materi Teori Kinetik Gas Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Jurnal Inkuiri. Vol. 1, hal 50-61.

Chiappetta, E.L., and T. R, Jr. Koballa. (2010).Science Instruction in the Middle and Secondary Schools Developing Fundamental Knowledge and Skills. 7th edition. Pearson. USA.

Darmawan, J., Halim, A., & Nur, A. (2013).Metode Pembelajaran Eksperimen Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Generik Sains Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (JPSI).

Fadlan, A. (2012). Strategi Pengembangan Science Generic Skills (SGC) Calon Guru Fisika melalui Model Pembelajaran Group Investigation pada Mata Kuliah Praktikum. Jurnal Phenomenon, Volume 1 Nomor 1.

Febriana, A., Ibrohim, & Mahanal, S. (2016). Potensi Pembelajaran Inkuiri dalam Menumbuhkan Sikap Siswa Terhadap Lingkungan.Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA Pascasarjana UM, Vol 1.

Hamdu. (2007). Pembelajaran Hidrolisis Garam Dengan Model Inkuiri untuk Mengembangkan Kemampuan Dasar Bekerja Ilmiah Siswa Kelas XI. Bandung: Sekolah Pasca Sarjana UPI.

Karyodiputro, M.I. (2015). Ekstrakulikuler Sains Sebagai Upaya Pengembangan Sikap Ilmiah dan Ketrampilan Proses Sains Peserta Didik di SDIT BINA Anak Islam Krapyak. Tesis, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga.

Lestari, I. (2014). Sikap Ilmiah Siswa Kelas XI IPA 1 SMAN3 Bengkulu Tengah pada Pembelajaran Biologi Berpendekatan Inkuiri. Skripsi, FKIP Universitas Bengkulu.

Muspiroh, N. (2012). Analisis Kemampuan Generik Sains Mahasiswa Calon Guru Biologi pada Praktikum Anatomi Tumbuhan. Jurnal Scientiae Educatia, Vol.1, Edisi 1.

Prabowo, L.B., Ngazizah N., & Sriyono. (2016). Analisis Keterampilan Generik Sains Siswa SMA Negeri Kelas X Sekabupaten Purworejo dalam Pembelajaran Fisika Tahun Pelajaran 2015/016. Jurnal Radiasi, Vol. 08, No. 1

Priyambodo, P., & Sitomorang, R.P. (2017). Antigen dan Antibodi Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.hal. 223-224.

Rahmawati, Koes H.S,. & Dasna, I.W. (2016). Kajian Pengaruh Learning Cycle 5E Terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMP. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA Pascasarjana UM, Vol.1.

Roihah, I. (2009). Implikasi Teori Kognitif Jean Piaget dalam Pembentukan Kepribadian Muslim pada Anak Usia Sekolah 7-12 Tahun. Skripsi, Fakutas Tabiyah UN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rustaman, N.Y. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Saptorini. (2008). Peningkatan Keterampilan Generik Sains Bagi Mahasiswa Melalui Perkuliahan Praktikum Kimia Analisis Instrumen Berbasis Inkuiri. Dalam Febriana, A., Ibrohim, & Mahanal, S. (2016). Potensi Pembelajaran Inkuiri dalam Menumbuhkan Sikap Siswa Terhadap Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA Pascasarjana UM, Vol 1.

Septiani, D. (2013). Efektivitas Model Inquiry Based Learning (IBL) Berbantuan Modul dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Ketermapilan Generik Sains Siswa. Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rhineka Cipta.

Sudarmin. (2007). Pengembangan Model Pembelajaran Kimia Organik dan Keterampilan Generik Sains (MPKOKG) bagi Calon Guru Kimia. Dalam Septiani, D. (2013). Efektivitas Model Inquiry Based Learning (IBL) Berbantuan Modul dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Ketermapilan Generik Sains Siswa. Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta.

Suriyani. (2010). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Keterampilan Generik Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tinombo. Dalam Darmawan, J., Halim, A., & Nur, A. (2013). Metode Pembelajaran Eksperimen Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Generik Sains Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (JPSI).

Trihastuti, S. (2008). Pembelajaran Keterampilan Proses, Inquiry dan Discovery Learning. Diakses tanggal 25 November 2017 dari http://umifatmawati.blog.uns.ac.id/

Veloo, A., Selvan P., & R Vikneswary. (2013). Inquiry Based Instruction, Students’ Attitudes and Teachers’ Support Towards Science Achievement in Rural Primary Schools. Procedia Social and Behavioral Sciences. Vol. 93, 65 – 69.

Yuliani, H., Widha, S., & Suparmi. (2012). Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Keterampilan Proses dengan Metode Eksperimen dan Demonstrasi ditinjau dari Sikap Ilmiah dan Kemampuan Analisis. Dalam Putra, N.A.R., Abdurrahman., & Suana, W. (2010). Pengaruh Keterampilan Proses Sains dan Sikap Ilmiah Terhadap Pemahaman Konsep IPA. Diakses tanggal 30 Agustus 2017 dari http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JPF/article/viewFile/8861/5560

Yuniarita, F. (2014). Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Siswa SMP. Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 19 (1), 111-116.




DOI: https://doi.org/10.26714/jps.6.1.2018.24-33

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

EXECUTIVE OFFICE

JURNAL PENDIDIKAN SAINS (JPS)
DEPARTMENT OF CHEMISTRY EDUCATION
FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 
MUHAMMADIYAH SEMARANG UNIVERSITY

Jl. Kedungmundu Raya No.22, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
    Telp. (024)76740231, 76740231 
    email: jps@unimus.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Journal Pendidikan Saisn (JPS)
ISSN:2339-0786, e-ISSN:2502-1443
Published by: Chemistry Education of Unimus in collaboration with Unimus Press