PERBEDAAN EEG EPILEPSI DENGAN MENGUNAKAN WAVELET PADA ELEKTRODA FP2-FP1 DAN F3-F7

Siswandari Noertjahjani(1*)


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Electroencephalogram (EEG) telah digunakan untuk klinis diagnosa epilepsi selama beberapa dekade. Jika dibandingkan dengan metode lain seperti Electrocorticogram (ECOG), EEG adalah metode yang aman untuk mendeteksi aktivitas otak. Analisis klinis atas EEG untuk pengidentifikasi kejang adalah tepat. Namun, performance EEG secara otomatis berbasis metode yang tergantung pada jenis fitur yang dianalisis dan bagaimana EEG digunakan untuk mengklasifikasikan sinyal. Sinyal yang digunakan FP1-FP2 dan F3-F7. Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologis yang utama. Epilepsi didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai oleh gangguan fungsi otak yang bersifat sementara dan paroksismal. Wavelet adalah alat analisis frekuensi-waktu yang efektif untuk dianalisis sinyal transien.

Keywords


epilepsy, wavelet, normal

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 60 times
PDF - 13 times

DOI: https://doi.org/10.26714/me.14.2.2021.114-122

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 MEDIA ELEKTRIKA



Editorial Office of Media Elektrika


Universitas Muhammadiyah Semarang FT-FMIPA Building, 7nd Floor. 
Department of Electrical Engineering
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Kota Semarang, Prov. Jawa Tengah, Indonesia 50273

Phone: 085299398663
Email: mediaelektrika@unimus.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.