PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG SAGU TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PLASTIK PADA PROSES DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK

Muhamad Fajar Sidiq

Abstract


Plastic yang digunakan saat ini merupakan polimer sintetik, terbuat dari minyak bumi (non-revewable) yang tidak dapat terdegredasi oleh mikroorganisme di lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pembuatan plastic biodegredible dengan mencampur plastik sintetis dengan polimer alam. Tepung sagu/tepung aren adalah pati dari pohon sagu yang merupakan bahan baku dari pembuatan plastic biodigredible atau plastic yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme dan terurai lebih cepat dari plastic sintetis biasa dan yang lebih penting lagi adalah menambah sifat mekanis menjadi lebih besar lagi.

Maka dari  itu penulis membuat penelitian tentang penambahan tepung sagu sebagai bahan baku komposit plastik polipropilen. yang akan diuji dengan metode pengujian tarik, kekerasan, dan bending. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yang terdiri dari empat variasi yaitu perbandingan : 100%:0%, 95%:5%, 90%:10%, dan 85%:15% .

Hasil penelitian ini yaitu rata-rata kekuatan tarik komposit 100%:0% sebesar 12,38 MPa, rata-rata kekuatan tarik komposit 95%:5% sebesar 12,92 MPa, rata-rata kekuatan tarik komposit 90%:10% sebesar 12,78 MPa. rata-rata kekuatan tarik komposit 85%:15% sebesar 16,29 MPa. Rata-rata kekuatan impak komposit 100%:0% sebesar 0,035 J/mm², rata-rata kekuatan impak komposit 95%:5% sebesar 0,047 J/mm², rata-rata kekuatan impak komposit 90%:10% sebesar 0,046 J/mm², rata-rata kekuatan impak komposit 85%:15% sebesar 0,044 J/mm².Rata-rata kekuatan bending komposit 100%:0% sebesar 16,92 MPa, rata-rata kekuatan bending komposit 95%:5% sebesar 24,31 MPa, rata-rata kekuatan bending komposit 90%:10% sebesar 16,46 MPa, rata-rata kekuatan bending komposit 85%:15% sebesar 18,07 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposit 95%:5% memiliki kekuatan impak, dan kekuatan bending lebih tinggi jika dibandingkan dengan komposit yang lain, walaupun di pengujian tarik masih lebih tinggi komposit 85%:15%.


Keywords


komposit; plastik polipropilena; tepung sagu

Full Text:

PDF

References


Kamsiati, E., Herawati, H., & Purwani, E. Y. (2017). Potensi Pengembangan Plastik Biodegradable Berbasis Pati Sagu Dan Ubikayu Di Indonesia / The Development Potential of Sago and Cassava Starch-Based Biodegradable Plastik in Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 36(2), 67. https://doi.org/10.21082/jp3.v36n2.2017.p67-76

Ropi’i, I., & M. Fajar Sidiq. (2019). Analisis Sifat Mekanik Material Shaft Mata Pisau Pada Mesin Penghancur Plastik Menggunakan Baja ST 41. In 2nd Mechanical Engineering National Converence (Vol. 2, pp. 1–7). https://doi.org/10.1016/j.agrformet.2007.11.012

Sahwan, F. L., Martono, D. H., Wahyono, S., & Wisoyodharmo, L. A. (2005). Sistem Pengelolaan Limbah Plastik di Indonesia. Jurnal Sistem Pengolahan Limbah J. Tek. Ling. P3TL-BPPT, 6(1), 311–318.

Sidiq, M. F., Taufiqi, A. K., & Hidayat, R. (2020). Analisa variasi suhu pemanas mesin injeksi plastik pada pengolahan limbah plastik, 11(1), 1–6.


Article Metrics

Abstract view : 13 times
PDF - 0 times

DOI: https://doi.org/10.26714/traksi.20.2.2020.93-106

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 TRAKSI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


TRAKSI : Majalah Ilmiah Teknik Mesin

ISSN : 1693-3451 (Pinted) e-ISSN : 2579-9738 (Online)

Published by: LP2M Unimus bekerjasama dengan APTI (Asosiasi Profesi Teknik Indonesia)  

 
ADDRESS

Jl. Kasipah No. 12 Semarang

E-mail: traksi@unimus.ac.id Call: 0248445768


Sponsors

Asosiasi Profesi Teknik Indonesia (APTI)

Website: www.apti.or.id