Analisis Kinerja Mesin Crimping dengan Metode Overall Equipment Effectiveness di CV. ABC

Ciptadi Tatag Tur Raharja(1*), Deri Teguh Santoso(2), Rizal Hanifi(3), Nanang Burhan(4)


(1) Universitas Singaperbangsa Karawang
(2) 
(3) 
(4) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Wire harness merupakan salah satu komponen utama dalam kendaraan bermotor yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dan sinyal pada kendaraan bermotor. CV ABC merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur wire harness. Ada beberapa tipe wire harness yang diproduksi disini, salah satunya adalah kabel sein untuk motor merek Yamaha dengan tipe N-Max. Mesin crimping adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan atau menyatukan kabel dengan terminal dan juga merupakan tahapan awal dalam proses produksi wire harness. Berdasarkan latar belakang diatas, penelitian ini difokuskan pada alur proses produksi wire harness dan mesin crimping untuk dilakukan analisis efektivitas kinerjanya menggunakan metode OEE (Overall Effectiveness Equipment). Fungsi dari metode OEE ini adalah untuk mengukur efektivitas mesin yang didasarkan pada tiga rasio utama yaitu availability, performance effeciency, dan rate of quality product. Metode OEE juga tidak lepas dari six big losses karena untuk dapat mengetahui dimana letak kerugian terbesar pada suatu proses produksi. Hasil dari analisis yang telah dilakukan didapatkan nilai rata-rata availability 93%, performance effeciency 98,32%, dan rate of quality product 99,77%. Nilai OEE didapatkan sebesar 91,23% dan kerugian terbesar didapatkan pada bagian setup and adjustment losses yaitu sebesar 4,76%. Penyebabnya adalah faktor kelalaian manusia dalam melakukan perawatan mesin dan faktor mesin karena masa pakainya sudah melebihi batas yang mengakibatkan mesin menjadi mudah mengalami kerusakan.

-------

Wire harness merupakan salah satu komponen utama dalam kendaraan bermotor yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dan sinyal pada kendaraan bermotor. CV ABC merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur wire harness. Ada beberapa tipe wire harness yang diproduksi disini, salah satunya adalah kabel sein untuk motor merek Yamaha dengan tipe N-Max. Mesin crimping adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan atau menyatukan kabel dengan terminal dan juga merupakan tahapan awal dalam proses produksi wire harness. Berdasarkan latar belakang diatas, penelitian ini difokuskan pada alur proses produksi wire harness dan mesin crimping untuk dilakukan analisis efektivitas kinerjanya menggunakan metode OEE (Overall Effectiveness Equipment). Fungsi dari metode OEE ini adalah untuk mengukur efektivitas mesin yang didasarkan pada tiga rasio utama yaitu availability, performance effeciency, dan rate of quality product. Metode OEE juga tidak lepas dari six big losses karena untuk dapat mengetahui dimana letak kerugian terbesar pada suatu proses produksi. Hasil dari analisis yang telah dilakukan didapatkan nilai rata-rata availability 93%, performance effeciency 98,32%, dan rate of quality product 99,77%. Nilai OEE didapatkan sebesar 91,23% dan kerugian terbesar didapatkan pada bagian setup and adjustment losses yaitu sebesar 4,76%. Penyebabnya adalah faktor kelalaian manusia dalam melakukan perawatan mesin dan faktor mesin karena masa pakainya sudah melebihi batas yang mengakibatkan mesin menjadi mudah mengalami kerusakan.


Keywords


Proses Produksi; Wire Harness; Mesin Crimping; OEE; Six Big Losses

Full Text:

PDF

References


Aizul, M (2020). Analisis Perawatan Conveyor dengan Metode TPM (Total Productive Maintenance) Di CV Multi Electrik Indonesia.

Aprilia, D. & Nuha, U. (2018). Aplikasi Pencarian Alternatif Mesin Cutting dan Mesin Crimping Manual Menggunakan Scan Barcode Berbasis Android di Departemen New Yazaki System PT. Surabaya Autocomp Indonesia.

Febriana, R. (2021). Apa itu wiring harness? Retrieved from Warriornux.com: https://www.warriornux.com/wiring-harness/ (diakses pada 5 mei 2021).

Hegde, Harsha G., N.S Mahesh, K. Doss. (2009). Overall Equipment Effectiveness Improvement by TPM and 5S Techniques in a CNC Machine Shop, Vol 8 (2):25-32.

Hery, S., Novie, S., Heru, P., Iyain, S., Anita, M. (2017) Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Fault Tree Analysis (FTA) Untuk Mengukur Efektifitas Mesin Reng. Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2.

Limantoro, D. & Felicia. (2013). Total Produktive Maintenance di PT. X. Jurnal Tirta Vol. 1 No. 1, 13-20.

Saiful Rapi, A. & Novawanda, O. (2014). Pengukuran Kinerja Mesin Defaktor I dengan Menggunakan Motode Overall Equipment Effectiveness (Studi Kasus pada PT. Perkebunan XY).


Article Metrics

Abstract view : 139 times
PDF - 24 times

DOI: https://doi.org/10.26714/traksi.21.2.2021.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 TRAKSI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


TRAKSI : Majalah Ilmiah Teknik Mesin

ISSN : 1693-3451 (Pinted) e-ISSN : 2579-9738 (Online)

Published by: LP2M Unimus bekerjasama dengan APTI (Asosiasi Profesi Teknik Indonesia)  

 
ADDRESS

Jl. Kasipah No. 12 Semarang

E-mail: traksi@unimus.ac.id Call: 0248445768


Sponsors

Asosiasi Profesi Teknik Indonesia (APTI)

Website: www.apti.or.id