Chanel sebagai Representasi Modal Simbolis dalam Novel “The Devil Wears Prada” Karya Lauren Weisberger (Chanel as a Symbolic Capital Representation in “The Devil Wears Prada” Novel by Lauren Weisberger)

Frisila Agvi Nurhusna Syarifudin(1*), Nenden Rikma Dewi S(2)


(1) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
(2) Universitas Komputer Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Kajian ini menggunakan novel karya Lauren Weisberger berjudul The Devil Wears Prada dan berfokus pada modal simbolis yang muncul pada merek Chanel. Sebagai salah satu merek dagang ternama di dunia, Chanel memusatkan produksinya berupa pakaian dan tas yang mewah dan terbatas. Dua hal itu saja mampu memberikan prestise tersendiri kepada setiap pemiliknya, sehingga memberikan keuntungan bagi mereka berupa reputasi dan status. Terlebih lagi, dengan naiknya status seseorang, ia akan menjadi salah satu bagian dari masyarakat kalangan kelas atas. Dengan menunjukkan bahwa status sosial seseorang dapat meningkat di suatu habitus dapat mengarahkan bahwa Chanel memiliki pengaruh yang besar bagi para pemiliknya. Melalui kepemilikan Chanel seseorang dapat dengan mudah memeroleh reputasi dan status sosial dan diakui keberadaannya, terlebih lagi apabila ia memiliki salah satu produk Chanel yang terbatas dan tidak dijual bebas. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori tentang modal simbolis berbentuk prestise dari Pierre Bourdieu, dengan penerapan metode metode kualitatif berdasarkan gagasan Sugiyono. Adapun tujuan dari kajian ini adalah untuk menunjukkan faktor-faktor yang mendukung Chanel sebagai representasi modal simbolis yang dimiliki oleh orang-orang pada industri fesyen maupun masyarakat luas. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada kajian ini, sebuah simpulan dapat sarankan bahwa Chanel merupakan sebuah representasi dari Modal Simbolis yang dimiliki suatu kalangan di habitus tertentu berupa materi yang mengandung prestise sehingga bisa menaikkan reputasi serta status pemiliknya.

Kata kunci: Chanel, modal simbolis, prestise


ABSTRACT

This study uses Lauren Weisberger's novel The Devil Wears Prada and focuses on the symbolic capital that appears on the Chanel brand. As one of the world's leading trademarks, Chanel focuses its production of luxury and limited clothing and handbags. This two things could give its own prestige to each owner, thus providing benefits for them in the form of reputation and status. Moreover, by the rise of someone's status, they will be on same part of the upper class society. By showing that a person's social status can increase in a habitus could direct that Chanel has a great influence on the owners. Through Chanel's ownership, someone can easily gain reputation and social status and be acknowledged to exist, even more if they has one of Chanel's limited products and the products that not for sell freely. Theory about symbolic capital in the form of prestige of Pierre Bourdieu is used in the analysis, with the application of qualitative methods based on the idea Sugiyono. The purpose of this study is to show the factors that support Chanel as a representation of the symbolic capital possessed by people in the fashion industry as well as the wider community. Based on the analysis that has been done in this study, a conclusion can suggest that Chanel is a representation of Symbolic Capital owned by a circle in a particular habitus of prestige-containing material that can enhance the reputation and status of the owner.


Keywords


Chanel; symbolic capital; prestige

Full Text:

PDF

References


Bourdieu, P. (1977). Outline of a Theory of Practice (Vol. 16). Cambridge university press.

Cadet, Dayana. 2014. Chapter 11: The Colours of CHANEL. http://kaonlinemagazine.com/chapter-11-the-colours-of-chanel/

Sugiyono, M. P. P. P. K. (2007). Kualitataif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2010.

Tungate, M. (2008). Fashion brands: branding style from Armani to Zara. Kogan Page Publishers.

Weisberger, Lauren. (2003). The Devil Wears Prada. London: The Harper Collins Publisher.

Zeybek, I. (2013). Locality Transmission Of Global Luxury Brands: Chanel No: 5 Perfume Commercial And Interculturality. The Turkish Online Journal of Design Art and Communication, 3(4), 12-19.


Article Metrics

Abstract view : 452 times
PDF - 13 times

DOI: https://doi.org/10.26714/lensa.9.1.2019.15-25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0

 

 

Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya (Lensa)
p-ISSN: 2086-6100; e-ISSN: 2503-328X
Published by: Faculty of Foreign Language and Culture,Universitas Muhammadiyah Semarang

 

Member of: