Ricikan Sebagai Representasi Karakter Tokoh Pada Wayang Orang dan Upaya Pengembangannya

Asmaul Farida Azizi(1*), Purwati Anggraini(2)


(1) Universitas Muhammadiyah Malang
(2) Universitas Muhammadiyah Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Wayang orang merupakan kesenian drama klasik yang diadaptasi dari wayang purwa. Adaptasi tersebut termasuk kostum yang digunakan salah satunya adalah ricikan atau aksesoris pada wayang orang yang memiliki fungsi untuk menunjukkan karakter tokoh. Seiring perkembangan zaman, ricikan mengalami perkembangan dalam pengaplikasiaanya.  Penelitian ini akan mendeskripsikan ricikan sebagai representasi karakter dan mendeskripsikan perkembangan ricikan pada pementasan wayang orang. Metode yang digunakan adalah metode metode deskriptif analitik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah pengajar teater wayang orang. Data berupa gambar-gambar dan deskripsi lisan. Hasil dari penelitian ini adalah ricikan dapat digunakan sebagai representasi karakter tokoh melalui bentuk atau motif ricikan yang digunakan. Selain itu, pengembangan ricikan dapat ditemukan dari perubahan bahan pembuataannya dan beberapa ricikan digunakan sama rata tanpa memperhatikan karakter yang diperankan.

Full Text:

PDF

References


Devianti, N., & Amzy, N. (2019). Karakter Tokoh Arjuna dalam Buku Ilustrasi Lakon Wayang Arjuna Wiwaha. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 1(03), 242–250.

Dewi, D. S. (2017). PERNIKAHAN PONORAGAN DI KABUPATEN PONOROGO , JAWA TIMUR ( Kajian Semiotika Visual ) Semiotika visual pada dasarnya merupakan sebuah bidang studi semiotika yang secara khusus menaruh minat pada penyelidikan terhadap segala jenis makna yang disampaikan mela. JADECS, 2(2), 107–127.

Hadi, S. (2014). Konsep Apik Dalam Koreografi Wayang Babar. Jurnal Kawistara, 4(1), 77–86. https://doi.org/10.22146/kawistara.5234

Juliati, A. (2013). PENGEMBANGAN KESENIAN WAYANG ORANG MENJADI INDUSTRI KREATIF DALAM PAGUYUBAN KAPRIBADEN KAWRUH KASEPUHAN PAMENCAR PRAMANA NYATA DI DESA SRAGI KECAMATAN TALUN KABUPATEN BLITAR.

Kurniyawan, A. W., & Utina, U. T. (2019). Makna dan Fungsi Ricikan pada Busana Wayang Wong Gaya Surakarta. Jurnal Seni Tari, 8(2), 176–185.

Kusharyani, M., Santoso, B., & Wisnaeni, F. (2016). Eksistensi Dan Perlindungan Wayang Orang Sriwedari Surakarta Ditinjau Dari Aspek Hukum Hak Cipta. Law Reform, 12(1), 60–72. https://doi.org/10.14710/lr.v12i1.15841

Lindsay, J. (1991). Klasik, Kitsch, Kontemporer: Sebuah Studi tentang Seni Pertunjukan Jawa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Paneli, D. W. W. (2017). Transformasi Pertunjukan Wayang Orang Komunitas Graha Seni Mustika Yuastina Surabaya. Journal of Art, Design, Art Education And Cultural Studies (JADECS), 2(2), 74–97.

Prasetyo, N. S. (2012). Komparasi Kostum Gathutkaca dalam Wayang Wong dan Wayang Purwa Gaya Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.

Setyowati, I., & Lutfiati, D. (2014). RIASAN WAYANG WONG TOKOH RAHWANA DAN ANOMAN KISAH RAMAYANA DI TAMAN HIBURAN RAKYAT SURABAYA. Jurnal Tata Rias, 3(3).

Soedarsono. (1990). Wayang Wong: The State Ritual Dance Drama In The Court of Yogyakarta. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Soedarsono. (1999). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Sumarni, N. S. (2001). Warna, Garis, dan Bentuk Ragam Hias. Harmonia, 2(3), 37–49. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/harmonia.v2i3.860

Sumiati, L. (2012). Tari Wayang Karakter Satria Ladak. Panggung, 22(1), 52–66. https://doi.org/10.26742/panggung.v22i1.35

Sunaryadi. (2013). Aksiologi Tari Bedhaya Kraton Yogyakarta. Jurnal Kawistara, 3(3), 263–276. https://doi.org/10.22146/kawistara.5221


Article Metrics

Abstract view : 332 times
PDF - 4 times

DOI: https://doi.org/10.26714/lensa.10.1.2020.31-44

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0

 

 

Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya (Lensa)
p-ISSN: 2086-6100; e-ISSN: 2503-328X
Published by: Faculty of Foreign Language and Culture,Universitas Muhammadiyah Semarang

 

Member of: