Pemberdayaan Kelompok Istri Tani Ternak melalui Pembuatan Produk Olahan Susu di Kelurahan Wates, Kota Semarang, Jawa Tengah

Lucia Hermawati Rahayu, Ronny Windu Sudrajat, Sri Sutanti

Abstract


Susu merupakan bahan makanan dengan kandungan gizi yang lengkap, tetapi mudah mengalami kerusakan. Pengolahan susu menjadi produk olahan susu harus dilakukan guna menanggulangi kerusakan susu segar danĀ  memberi nilai tambah susu. Namun, masih banyak petani ternak yang belum mengolah susu yang tidak habis terjual karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan susu termasuk Kelompok Tani Ternak (KTT) di Kelurahan Wates, Semarang. Padahal, keterampilan membuat produk olahan susu, seperti kerupuk dan stik susu, dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Mitra kegiatan PKM ini adalah kelompok istri peternak sapi KTT Air Bening I dan KTT Air Bening II di Kelurahan Wates, Semarang. Kegiatan PKM yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan pembuatan kerupuk dan stik susu, praktek pengemasan, pendampingan dalam mengembangkan dan mengolah susu segar menjadi produk olahan susu, serta monitoring kegiatan. Hasil dari program PKM adalah peningkatan keterampilan mitra dalam memproduksi makanan olahan susu yang dapat dikembangkan sebagai usaha kecil untuk sumber penghasilan tambahan.

Kata kunci: susu, kerupuk susu, stik susu

Abstract

Milk is an ingredient with a complete nutritional content, but is easily damaged. Processing milk into dairy product must be carried out in order to overcome the damage to fresh milk and gives added value to milk. However, there are still many livestock farmers who have not processed milk that has not been sold out due to limited knowledge and skills about milk processing including Kelompok Tani Ternak (KTT) who is a group of Livestock Farmer in Wates Village, Semarang. In fact, the skills to make dairy products, such as crackers and milk stick which are common Indonesian snacks, can be developed to increase farmer's income. Partners of PKM activities are groups of wives of cattle farmers from the KTT Clear Water Summit I and the KTT Air Bening II in Wates Sub-district, Semarang. PKM activities include counseling and training in making crackers and milk sticks, packaging practices, mentoring about developing and processing fresh milk into dairy products, and monitoring other activities. The outcome of the PKM program is the improvement of partner skills in producing dairy product that can be developed by small businesses for additional sources of income.


Keywords


milk; milk crackers; milk sticks

Full Text:

PDF

References


Saleh, E. (2004). Teknologi pengolahan susu dan hasil ikutan ternak. Medan (ID): Program Studi Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Saputra, E. (2012). Membuat Kerupuk Susu. Bahan Ajar Diklat Teknis Pengolahan Hasil Ternak. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu.

Setiawati, N. R. (2014). Stik Susu. Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan, Jurusan Tek. Pangan. Bandung: Fakultas Teknik, Universitas Pasundan.

Suwarna. (2014). .Membuat Stik Susu. Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/9175/membuat-stik-susu. Diakses 11 Juni 2017.




DOI: https://doi.org/10.26714/jsm.1.1.2018.1-7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Surya Masyarakat

Jurnal Surya Masyarakat (p-ISSN: 2623-0364; e-ISSN: 2623-0569) is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0

Secretariat: Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang, Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Telp. (024) 76740295/Telp. (024) 76740296