Teknologi Tepat Guna untuk Usaha Ikan Asin di Desa Korban Bencana Rob

Purnomo Purnomo

Abstract


Usaha pengolahan ikan asin menjadi sangat penting bagi penduduk yang tinggal di daerah pinggir laut dan daerahnya menjadi kurban rob. Tambak yang sudah menyatu dengan laut akibat rob, menyebabkan pendapatan masyarakat menurun drastis. Hasil-hasil melaut dan tambak tidak dijual dalam keadaan mentah, namun ikan dan udang bisa diolah menjadi produk lain yang lebih menarik. Permasalahan yang dihadapi adalah kesulitan pengeringan ikan jika hujan, tingginya kadar minyak goring sehingga olahan makanan cepat tengik, dan makanan olahan cepat melempem. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan usaha pengolahan ikan asin di desa kurban rob sehingga menjadi mandiri secara ekonomi. Tujuan ini diraih melalui melalui peningkatan peralatan penunjang dan ketrampilan usaha. Alat pengering, peniris minyak, serta pengemas makanan diterapkan dalam kegiatan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menggunakan alat pengering, pengeringan tidak lagi tergantung panas matahari. Kapasitas pengeringan meningkat 700% dari keadaan awal 1 kg/jam. Daya tahan gimbal meningkat menjadi 15 hari dari keadaan awal 4 hari. Begitu pula dengan daya tahan gimbal yang meningkat dari semula 7 hari menjadi 30 hari.

Kata kunci: Ikan asin, pengeringan, penirisan, kemasan.

Abstract

Salted fish processing business is very important for residents who live in coastal areas and the area becomes a victim of rob. Ponds that have been fused with the sea due to rob, causing people's income to drop dramatically. The results of fishing and ponds are not sold in raw conditions, but fish and shrimp can be processed into other products that are more attractive. The problem faced was the difficulty of drying fish if it rained, high levels of fried oil so that processed foods quickly rancid, and processed foods quickly sluggish. This activity aims to increase the salted fish processing business in the village of sacrifice rob so that it becomes economically independent. This goal is achieved through increasing the supporting equipment and business skills. Dryer, oil slicer, and food packaging are applied in this activity. The results show that by using a dryer, drying is no longer dependent on the sun's heat. Drying capacity increases by 700% from the initial state of 1 kg/hour. Dread resistance increases to 15 days from the initial 4 days. Similarly, dreadlocks endurance increased from 7 days to 30 days


Keywords


salted fish, drying, draining, packaging

Full Text:

PDF

References


Bappeda Kabupaten Demak dan Biro Satatistik Kabupaten Demak, 2017

Biro Pusat Statistik. (2014). Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Capai 28 Juta, diunduh 3 april 2016 dari http://www.beritasatu.com/nasional/193810-bps-maret-2014-jumlah-penduduk-miskin-indonesia-capai-28-juta.html.

Walujodjati. A dan Darmanto. (2005). Rancang Bangun Mesin Pengering Ikan asin Untuk Industri Kecil Ikan asin, Momentum, Vol. 1, No. 1, April 2005 : 27- 32

Mesin Pengering cabinet dryer, diunduh 30 Mei 2017 dari https://elsafta.wordpress.com/2010/03/28/dryer/

Mesin pengemas (sealer), Diakses 7 Juni 2017 dari https://homeappliance.en.alibaba.com/product/60351541541-803380565/Fresh_world_vacuum_sealer_guangzhou_electronic.html.




DOI: https://doi.org/10.26714/jsm.1.1.2018.47-53

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Surya Masyarakat

Jurnal Surya Masyarakat (p-ISSN: 2623-0364; e-ISSN: 2623-0569) is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0

Secretariat: Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Semarang, Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Telp. (024) 76740295/Telp. (024) 76740296