Analisis Sosiologi Sastra Puisi Tere Liye sebagai Pembelajaran Sastra di Masyarakat (Literary Sociological Analysis on Tere Liye’s Poems as Literary Learning in the Society)

Hera Wahdah Humaira

Abstract


Karya puisi Tere liye menggambarkan perasaan cinta, sajak tentang memiliki, pun tentang melepaskan. Sajak tentang pertemuan, juga tentang perpisahan. Sajak tentang kebahagiaan, juga tentang kesedihan. Sajak bergurau, bercanda dengan perasaan. Para pencinta adalah pujangga terbaik yang pernah ada dan kasih sayang pun adalah sumber inspirasi paling deras yang pernah ada. Model sosiologi sastra membuat siswa terkesan dengan sajak tere liye ini karena bermanfaat terhadap sifat-sifat kebaikan dan pendidikan karakter tentang cinta dan kasih sayang. Siswa dalam memahami cinta dan perasaan menjadi seseorang yang kuat, optimis dan tidak mudah putus asa. Masyarakat dengan latar belakang pendidikan, suku, agama, ras, dan antar golongan memahami puisi ini akan mengubah sikap dan perilakunya dalam memahami cinta, dan juga siswa serta masyarakat dapat mengambil manfaat moral dan ideologi dari model sosiologi sastra ini. Tere liye menyadari makna cinta dan perasaan seorang sehingga menghubungan nilai moral dengan sajak atau puisi cinta ini. Seperti makna kasih sayang adalah perasaan ikhlas dan bukan nafsu itu terkadang terjadi pada sebagian orang yang sedang jatuh cinta bukan cinta berlebihan memberikan kasih sayangnya dengan tulus dan ikhlas terhadap orang yang dia sayangi.

Kata kunci: Sosiologi sastra, puisi, sastra

ABSTRACT

Tere liye's poetry portrays the feelings of love, the poem about having, and about releasing. The poem about the meeting, also about separation. The poem about happiness, also about sadness. Sok jokes, jokes with feelings. Lovers are the best poets ever and love is the most powerful source of inspiration ever. The model of sociology of literature makes students impressed with this tere liye poem because it is beneficial to the virtues and character education of love and affection. Students in understanding love and feeling become someone who is strong, optimistic and not easily despair. People with educational, ethnic, religious, racial, and interreligious backgrounds understand this poetry will change their attitudes and behavior in understanding love, and also students and society can take the moral and ideological benefits of this model of sociology of literature. Tere Liye realizes the meaning of one's love and feelings so as to connect moral values with this poem or love poem. Like the meaning of affection is a sense of sincere and not lust sometimes happens to some people who are in love instead of excessive love to give affection sincerely and sincerely towards the person he cares about.


Keywords


sociology of literature; poetry; literature

Full Text:

PDF

References


Aminuddin. (2004). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Damono, S. D. (1989). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.

Djojosuroto, K. (2006). Pengajaran Puisi, Analisis dan Pemahamannya. Bandung: Nuansa.

Endraswara, Suwardi. (2008). Metodologi Penelitian Sastra, Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: MedPress.

Endraswara, S. (2013). Sosiologi Sastra (Studi, Teori dan Interpretasi). Yogyakarta: Ombak (Anggota IKAPI)

Furchan, A. (2004). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nurgiyantoro, B. (2002). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University.

Pradopo, R. D. (1990). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: UGM Press.

Pradopo, R. D. (2005). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapanya. Yogyakarta: Pustaka Pelaja

Ratna, N. K. (2003). Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sarwono. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers.

Siswanto, Wahyudi. (2008). Pengantar Teori Sastra. Bandung: Grasindo.

Sukmadinata. (2006). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Suratman dkk. (2011). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Malang: Intimedia.

Sutopo, H. B. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.

Teeuw, A. (1983). Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.

Tere Liye. (2014). Kumpulan Sajak: Dikatakan atau Tidak Dikatakan Tetap Cinta. Jakarta: Gramedia Pustaka utama

Tarigan, H. G. (1984). Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Waluyo, J. H. (1991). Teori dan Apresiasi Puisi. Bandung: Angkasa.

Wellek, R. & Warren, A. (1989). Teori Kesusasteraan. Terjemahan Melani Budianto. Jakarta: Gramedia

http://kbbi.web.id/




DOI: https://doi.org/10.26714/lensa.8.2.2018.131-160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0

 

 

Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya (Lensa)
p-ISSN: 2086-6100; e-ISSN: 2503-328X
Published by: Faculty of Foreign Language and Culture,Universitas Muhammadiyah Semarang