PEMODELAN ARIMA UNTUK PRAKIRAAN KENAIKAN MUKA AIR LAUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP LUAS SEBARAN ROB TAHUN 2020 DI SEMARANG

Dwi Haryo Ismunarti, Alfi Satriadi, Azis Rifai

Abstract


Muka air laut dalam istilah pasang surut disebut  mean sea level (MSL) yaitu rata-rata jumlah seluruh ketinggian pasang yang diamati.  Pemodelan untuk membuat prakiraan kenaikan muka air laut di Semarang telah banyak dilakukan dengan pendekatan yang hanya mempertimbangkan pola trend yaitu jika terjadi kenaikan secara sekuler dalam jangka panjang dari data. ARIMA (autoregressive/integrated/moving average) adalah metode peramalan meliputi dua hal yaitu analisis pola deret data dan seleksi model yang paling cocok dengan data. Terdapat 4 pola data deret berkala yaitu : pola horisontal bila data berfluktuasi disekitar rata-rata, pola musiman bila  deret data dipengaruhi faktor musiman, pola dari deret berkala akan diulang-ulang dalam selang waktu yang tetap,  pola siklis jika deret data dipengaruhi oleh fluktuasi jangka panjang dan pola trend jika terjadi kenaikan atau penurunan secara sekuler dalam jangka panjang. Model ARIMA diturunkan berdasarkan SML sementara harian. Data diperoleh dari BMKG Semarang. Hasil menunjukkan tipe pasang surut di perairan Semarang  diklasifikasikan ke dalam tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda dengan nilai Formzahl 1,12.  Elevasi muka air laut rata – rata (MSL) 59,9261 cm, muka air tinggi tertinggi (HHWL) 117,38 cm dan muka air rendah terendah (LLWL) 24,71 cm. Model terbaik ARIMA (0,1,1) yaitu .  Hasil penghitungan deret waktu MSL sejati tahunan menunjukkan laju kenaikan MSL sejati tahunan di Kota Semarang sebesar 1,42 cm per tahun.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 445 times
PDF - 745 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)